GROBOGAN - Sebuah jembatan yang menghubungkan dua desa antara Desa Sidorejo dan Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon kondisinya memprihatinkan.
Selama empat tahun terakhir ini, tiga tiang penyangga jembatan miring dan nyaris roboh.
Tak hanya tiang penyangga jembatan yang miring, kondisi jembatan pun memiliki kondisi yang melengkung.
Hal tersebut membuat tak bisa dilalui roda empat lagi.
Kendaraan roda dua pun harus berhati-hati.
Meski kondisi memprihatinkan dan melengkung, pada Minggu (18/5) truk muatan terlihat masih nekat melintas.
Membuat truk tersebut sempat terjebak di lokasi lengkungan jembatan.
Beruntung pada Senin (19/5) truk berhasil dievakuasi.
Diketahui, jembatan berwarna hijau itu berdiri di atas sungai dari Bendung Simo.
Memiliki panjang kurang lebih 100 meter dan lebar 2,5 meter.
”Untuk kondisi kerusakan sudah hampir empat tahun lamanya. Mulanya yang paling barat, disusul dua tiang lainnya. Ini semakin parah kondisinya, mobil sudah tidak berani melintas. Hanya kendaraan roda dua saja,” jelas Kepala Desa Jatiharjo Eko Agus Prasetyo.
Miringnya tiang-tiang jembatan milik desa itu membuat lantai jembatan yang terbuat dari beton bergelombang.
”Kalau melintas di atasnya memang nggak terlihat, hanya bergelombang saja. Tapi kalau dilihat dari samping, bahaya ya. Tiangnya sudah miring sekali itu,” ungkapnya.
Pihaknya berharap Pemkab Grobogan bisa membantu penanganan jembatan yang kini masih menjadi milik desa tersebut.
”Jembatan milik Desa Sidorejo. Sempat dilimpahkan asetnya ke pemkab tapi belum di-acc. Untuk perbaikan jika menggunakan dana desa (DD) akan membutuhkan biaya yang besar. Kami harap ada bantuan perbaikan dari BPBD maupun Dinas PUPR,” harapnya.
Sedangkan salah satu warga Sidorejo, Hendrik mengaku khawatir setiap melintasi jembatan tersebut.
“Kalau bawa roda dua, mau nggak mau setiap hari lewat sana. Tapi harus pelan-pelan, takut jika sewaktu-waktu roboh," ujarnya.
Sedangkan untuk roda empat, harus memutar sekitar 12 kilometer.
"Misal warga Sidorejo mau ke Sendang Coyo harus memutar lewat Tuko, Panunggalan. Kurang lebih 12 kilometer," ungkapnya.
Meski begitu, sejak tahun lalu pemerintah pusat telah membangun jembatan gantung yang berada di sisi selatan.
Tepatnya sekitar 1 kilometer dari lokasi jembatan tersebut. Jembatan gantung yang akan dibuka aksesnya tahun ini diketahui memiliki panjang 80 meter dan lebar 2 meter.
"Progress sudah 100 persen, jembatan gantung ini bantuan dari Kementerian PUPR. Namun, hanya untuk akses kendaraan roda dua," ungkap Plt Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Erry Subagyo. (Int/amr)
Editor : Syaiful Amri