Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Wabah Chikungunya Serang Dua Belas Warga di Dusun Pondok Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 20 Mei 2025 | 16:30 WIB
PEMERIKSAAN: Puskesmas Ngaringan saat melakukan Penyemprotan ke rumah warga Dusun Pondok Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan.
PEMERIKSAAN: Puskesmas Ngaringan saat melakukan Penyemprotan ke rumah warga Dusun Pondok Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan.

GROBOGAN - Wabah chikungunya menyerang warga RT 01 RW 03 Dusun Pondok, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan.

Sebanyak 12 warga mengalami gejala yang sama dalam waktu cepat.

Diketahui, mereka rata-rata mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, tubuh terasa kaku, hingga ruam di seluruh tubuh.

Penyebaran penyakit ini dilaporkan berlangsung cepat dan menyerang banyak orang dalam waktu hampir bersamaan.

Adanya kejadian yang berlangsung selama 7-10 hari itu, membuat petugas Puskesmas Ngaringan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami keluhan.

Mereka langsung diperiksa secara klinis.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Grobogan, Gunawan Cahyo Utomo, mengatakan bahwa sementara ini diagnosis dilakukan berdasarkan gejala karena keterbatasan alat uji.

“Diperiksa berdasarkan klinis, kebetulan rapid test chikungunya kosong,” ujarnya.

Warga yang mengalami gejala telah mendapatkan pengobatan dari petugas kesehatan. Selain itu, Puskesmas juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Edukasi ini dilakukan bersamaan dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang melibatkan partisipasi aktif warga setempat.

Sebagai bentuk pencegahan lebih lanjut, petugas juga membagikan larvasida kepada warga untuk ditaburkan ke tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi dan tong air, guna membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti yang berpotensi menularkan virus chikungunya.

Tidak berhenti sampai di situ, rencana pengendalian vektor nyamuk juga telah dijadwalkan.

Pada Selasa (20/5), Dinkes akan melakukan pengasapan atau fogging di wilayah terdampak untuk menekan populasi nyamuk dewasa.

Salah satu warga pelapor, Happy, menyatakan bahwa hampir seluruh warga satu dusun mengalami gejala yang mirip.

"Sering sakit panas, badan kaku, hingga gatal-gatal. Setiap ada satu keluarga yang kena, satu lingkungan bisa ikut terdampak,” ujarnya.

Meskipun belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), petugas kesehatan terus memantau perkembangan situasi.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada chikungunya, serta terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan lebih lanjut. (int/amr)

Editor : Syaiful Amri
#demam #dbd #Chikungunya #grobogan #puskesmas #wabah #nyamuk