GROBOGAN, RADARPATI.ID – Hasil realisasi pembangunan Kabupaten Grobogan sampai Triwulan I tahun 2025 masih rendah dibawah target.
Dari laporan keuangan baru terserap Rp 610 miliar atau 20 persen dengan realisasi fisik sebesar 21,75 persen.
Bupati Grobogan Setyo Hadi meminta dari capaian masih rendah tersebut dari beberapa OPD yang capainya masih agar bekerja lebih keras mengejar ketertinggalan.
”Untuk OPD yang realisasi fisik maupun keuangan sudah cukup tinggi saya berikan apresisasi dan dapat terus dipertahankan atau ditingkatkan lagi,” kata Setyo Hadi dalam membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Kegiatan Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung Riptaloka.
Dikatakan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah sangat penting dilakukan sebagai proses pemantauan dalam pelaksanaan kebijakan pebangunan.
Selain itu, realisasi fisik dan keuangan juga pentung dilakukan untuk memastikan tercapainya target pembangunan yang ditetapkan secara ekonomis, efisiensi dan efektif.
”Harapan kami adanya evaluasi ini bisa melakukan identifikasi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan sebagai forum komunikasi dan koordinasi dalam mengupayakan solusi atas permasalahan yang ada,” terang dia.
Sekda Anang Armunanto menambahkan, pentingnya menjaga kesinambungan pelaksanaan program di tengah dinamika regulasi nasional.
Pemkab Grobogan telah mengambil langkah proaktif melalui pengadaan dini sejak akhir Desember 2024.
Namun, sejumlah kebijakan baru dari pemerintah pusat seperti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025, serta sejumlah surat edaran mengenai penyesuaian dan efisiensi anggaran menjadi tantangan yang memerlukan respons cepat dan terukur di tingkat daerah.
”Meskipun capaian triwulan I masih dalam proses akselerasi, Sekda menegaskan bahwa koordinasi yang solid dan pelaksanaan yang disiplin tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Evaluasi ini bukan semata-mata penilaian, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat pelaksanaan pembangunan daerah.
Salah satunya program lelang dini sudah 100 persen terlaksana dan tinggal satu paket yang belum selesai karena ada surat edaran penundaan pekerjaan fisik. (mun/amr)
Editor : Syaiful Amri