Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bupati Grobogan Tinjau dan Evaluasi Uji Coba Perdana Program MBG, Ribuan Siswa Nikmati Makan Bergizi dengan Menu Ayam Kalio

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 20 Februari 2025 | 17:20 WIB
UJICOBA: Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Grobogan, Senin (17/2) kemarin.
UJICOBA: Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Grobogan, Senin (17/2) kemarin.

GROBOGAN, RadarPati.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan akhirnya resmi dimulai.

Pelaksanaan perdana berlangsung di Kecamatan Grobogan dengan dapur utama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pucang Kelurahan/Kecamatan Grobogan yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Program ini menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan gizi anak-anak sekolah di daerah tersebut.

Satu dapur yang beroperasi ini langsung melayani 1.243 porsi di delapan sekolah, mencakup berbagai jenjang pendidikan.

Rinciannya, Paud Adzuriah 11 siswa, KB Karima 19 siswa, TK Dharma Wanita 1 ada 26 siswa, SDN 4 Grobogan 60 siswa, TK Dharma Wanita 2 ada 47 siswa, RA Yatpi 74 siswa, SDN 2 Grobogan ada 66 siswa, dan SMPN 1 Grobogan ada 940 siswa.

Pembagian makanan dilakukan secara sistematis agar seluruh siswa mendapatkan jatah makanan yang sama.

Sebelum meninjau pembagian makanan di SMPN 1 Grobogan, Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Forkopimda mengecek lokasi dapur utama.

Di sana, mereka mendapati masih tersisa enam porsi makanan akibat beberapa siswa tidak masuk sekolah. Hal ini menjadi perhatian agar pendistribusian makanan lebih efektif di kemudian hari.

Sri Sumarni juga tampak menjajal menu hari itu yang terdiri dari nasi, ayam kalio, tahu asam manis, tumis buncis wortel, dan semangka.

Setelah mencicipi hidangan tersebut, ia mengungkapkan kepuasannya terhadap cita rasa makanan yang disajikan.

"Enak, memang beda rasanya. Ini layak untuk diberikan kepada anak-anak," ucap Sri Sumarni selepas menjajal hingga tiga sendok makan.

Pihaknya turut berpesan kepada kepala dapur SPPG agar Badan Gizi Nasional segera menyalurkan MBG ke seluruh sekolah di Kabupaten Grobogan.

Menurutnya, program ini harus merata dan tidak hanya dinikmati oleh beberapa sekolah saja.

"Jadi bukan hanya di beberapa sekolah saja. Takutnya yang sini sudah dapat, nanti sekolah lain yang belum dapat juga meri (iri). Karena di Kabupaten Grobogan hampir 300 ribu siswa mulai dari TK sampai SMA. Jadi ini dinanti-nanti," tegasnya.

Ia berharap seluruh siswa di Kabupaten Grobogan bisa segera menikmati manfaat dari program ini.

Pendistribusian MBG juga dilakukan petugas sejak pagi hingga maksimal pukul 10.30.

Proses distribusi dimulai dari sekolah PAUD dan TK terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke SD, SMP, dan SMA.

Pola ini diterapkan agar seluruh siswa dapat menerima makanan dalam kondisi segar dan layak konsumsi.

Sedangkan Kepala Unit SPPG Pucang, Dyon Novan Prawira, menambahkan bahwa pada tahap pertama, Badan Gizi Nasional telah membangun tiga titik dapur umum, yakni dua di Pucang Grobogan dan satu di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari.

Tahun depan, mereka menargetkan pembangunan hingga 5.000 dapur umum di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan program ini.

"Dari jumlah tersebut, belum diketahui berapa yang akan dibangun di Kabupaten Grobogan. Jadi untuk yang sudah terbangun saat ini, belum bisa mencakup semua wilayah," imbuh Dyon Novan Prawira saat memaparkan laporan.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kapasitas agar lebih banyak siswa bisa mendapatkan manfaat dari program ini.

BGN juga terus berkoordinasi dengan Kodim setempat untuk membantu menyediakan lahan bagi dapur umum.

"Untuk yang tiga titik yang terbangun ini semuanya di tanah milik TNI AD. Saat itu, Kodim 0717/Grobogan sudah diminta menyiapkan tanah lagi, sudah berkoordinasi dengan desa. Namun ditolak BGN, karena ternyata harus tanah Pemda. BGN tidak menerima tanah aset desa," jelasnya lebih lanjut.

Tak hanya itu, selama pelaksanaan MBG, menu makanan yang disajikan akan selalu bervariasi setiap harinya untuk menghindari kebosanan bagi para siswa.

Harga per porsi pun berbeda, yakni Rp10 ribu untuk orang dewasa dan Rp8 ribu untuk anak-anak. Dengan variasi menu ini, diharapkan gizi siswa tetap terjaga dengan baik.

"Untuk nilai gizi setiap harinya sudah diukur secara ketat. Kemudian, untuk bahan makanannya, kami mengutamakan bahan lokal. Sehingga kami bekerja sama dengan supplier dari daerah setempat," imbuhnya.

Langkah ini juga bertujuan untuk mendukung perekonomian lokal dan memastikan bahan makanan tetap segar serta berkualitas.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, Putri, menambahkan bahwa pihaknya turut berpesan kepada tim SPPG untuk selalu berkoordinasi dengan sekolah setiap harinya.

Hal ini guna menghindari adanya makanan yang terbuang sia-sia akibat perubahan jadwal kegiatan sekolah.

"Apalagi kalau ada libur, pulang cepat, atau kegiatan lain yang mendadak. Sehingga makanan tidak mubazir kebuang dan bisa dialihkan ke tempat lain yang membutuhkan," imbuhnya.

Koordinasi yang baik diharapkan dapat membuat program ini berjalan dengan lebih efektif.

Salah satu siswa SMPN 1 Grobogan, Faulan, turut memberikan pendapatnya mengenai porsi makanan yang diberikan.

Ia mengungkapkan bahwa makanan yang diberikan sangat enak, tetapi ia berharap porsi makanan bisa lebih banyak.

"Ini langsung habis, enak tapi belum kenyang. Porsinya kurang banyak," ungkapnya.

Dengan berbagai evaluasi yang dilakukan pada pelaksanaan perdana ini, diharapkan Program MBG dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak siswa di Kabupaten Grobogan. (Int/amr)

Editor : Syaiful Amri
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #gizi anak #grobogan #sekolah #SPPG