GROBOGAN, RadarPati.id - Tabung gas elpiji 3 kilogram dikeluhkan sulit didapatkan di pasaran pasca libur panjang Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek.
Kelangkaan tersebut ditambah adanya putusan pemerintah pusat terkait penjualan elpiji 3 kg melalui pengecer tidak diperbolehkan lagi per 1 Februari 2025.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, pihaknya mendapatkan aduan terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang dirasakan warga Kecamatan Karangrayung selama sepekan lalu.
Mereka sempat sulit mencari gas di sejumlah toko namun nihil.
Baca Juga: Momen Warga Tangerang Semprot Menteri Bahlil Imbas Kelangkaan LPG 3 Kilogram, Begini Reaksinya
"Kami langsung melakukan pengecekan di wilayah tersebut. Kelangkaan disebabkan tidak adanya penyalur pada hari libur nasional, yaitu tanggal 27 dan 29 Januari 2025 sehingga fakultatif (tidak ada penyaluran," jelas Danis.
Adanya hari libur nasional yang cukup panjang itu sebelumnya telah diantisipasi Disperindag.
Dengan mengajukan penambahan alokasi penyaluran sebanyak 78.400 tabung atau setara dengan kebutuhan LPG 3 kg selama dua hari.
Namun, sampai Senin (3/2) di beberapa kecamatan masih ada yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg.
"Penyebab langka mungkin kurangnya informasi mengenai distribusi penyaluran. Terlebih terkait lokasi pangkalan resmi. Masyarakat bisa mengakses melalui https://ptm.id/infolpg3kg," ujarnya.
Baca Juga: Nelayan Pendatang di Pesisir Desa Tluwuk Perkuat Perawatan Muara, Kegiatan Wisata di Desa Ikut Berkembang
Meski telah ada kebijakan baru dari pemerintah, Disperindag sampai saat ini belum mendapatkan edaran secara resmi terkait hal tersebut.
"Hanya ada sosialisasi tentang kebijakan distribusi LPG per 1 Februari 2025. Semua penyalur/pangkalan tidak diperbolehkan melayani pengecer, harus langsung ke pengguna akhir. Sosialisasi itu turut diikuti Disperindag Provinsi Jaten, ESDM dan Pertamina. Selain itu kades se-Jateng turut diundang," ungkapannya.
Menurutnya, para pengecer didorong untuk menjadi pangkalan resmi dan sampai saat ini jumlah pangkalan di Kabupaten Grobogan sebanyak 1.800 unit, sedangkan kebutuhan LPG 3 kilogram selama 2024 sebanyak 24 ribu per hari.
"Untuk alokasi kebutuhan gas LPG 3 kg di tahun ini belum bisa menjawab, namun dipastikan turun secara nasional," keluhnya.
Baca Juga: Kabar Baik, Gas Elpiji 3 Kg Boleh Dijual Pengecer, Ini Caranya
Adanya aturan baru tersebut, tidak mengenal lagi adanya sub pengecer/penyalur, sehingga ke depannya masyarakat di arahkan untuk bisa mendapat kan LPG 3 kg ini di pangkalan terdekat.
"Kami berharap teman-teman pangkalan yang sudah terdaftar secara resmi ini bisa melaksanakan kewajibannya menyalurkan LPG 3 kg kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama yang selama ini diampu oleh pengecer," imbuhnya.
Dengan sistem yang baru ini, distribusi bisa lebih efektif serta harga bisa sesuai dengan HET yang telah ditetapkan.
Salah satu waga, Nia, warga Kecamatan Toroh, rela memasak memakai panci listrik karena sulitnya menemukan gas LPG di toko kelontong.
"Sudah tiga hari ini masak pakai panci listrik. Tidak bisa mendapatkan gas karena warung tetangga tidak bisa kulakan," keluhnya. (Int/amr)