Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sebagian Pedagang Pasar Gubug Belum Pindah, Kios Masih Kosong dan Lantai Pasar Rusak Akibat Banjir, Begini Penampakannya

Syaiful Amri • Jumat, 31 Januari 2025 | 21:33 WIB
DIBERIKAN SKAT: Pedagang Pasar Gubug menempati lokasi pasar darurat di lapangan Desa/Kecamatan Gubug sudah selesai pembangunannya.
DIBERIKAN SKAT: Pedagang Pasar Gubug menempati lokasi pasar darurat di lapangan Desa/Kecamatan Gubug sudah selesai pembangunannya.

GROBOGAN, RadarPati.id – Ratusan pedagang pasar Gubug belum semuanya pindahan di pasar darurat di lapangan Desa/Kecamatan Gubug.

Hanya sebagian menempati dan para pedagang masih banyak menata kios dengan diberikan skat dari triplek dan galvalum.

Kemudian di lantai kios diberikan landasan paving. Setiap pedagang memberikan tanda skat antara kios satu dengan yang lainya.

Ketua paguyuban Pasar Gubug Subekan mengatakan, pedagang sudah mulai pindah tetapi belum semuanya. Pedagang yang pindah ini adalah pedagang yang masih mempunyai modal usaha.

”Pedagang yang belum pindah belum punya modal dan masih menunggu banjir di Gubug surut,” kata Subekan.

Dikatakan, pasar darurat Gubug pada pekan lalu terkena dampak banjir. Akibatnya lantai pasar darat dari paving tersebut banyak yang rusak terkena air banjir. Sehingga sebagian lantai pasar ada yang rusak.

”Semua kerusakan di pasar darurat sudah saya sampaikan ke Disperindag Grobogan. Dari Dinas sudah menyatakan masih tanggungan dari pihak ketiga yang mengerjakan,” ujarnya.

Sebelumnya Disperindag Grobogan telah memenuhi permintaan penambahan talang air, alternative jalan masuk dan pemasangan gladak di atas saluran jalan dipenuhi Disperindag Grobogan dalam pembangunan pasar darurat.

Ada tiga poin permintaan pedagang pasar darurat. Pertama talang air, jalan masuk dan gladak lantai diatas saluran bisa terlaksana.

Tiga permintaan tersebut sudah dilaksanakan bersamaan dengan masa pembangunan pasar darurat selesai pada 27 November 2024.

Sehingga waktu perpindahan pedagang ke Pasar Gubug bisa dilaksanakan setelah pasar darurat selesai pembangunanya.

Baca Juga: Wujudkan Perguruan Tinggi NU, Begini Penjelasan Ketua NU Kudus Asyrofi

Sementara untuk penempatan pedagang sesuai dengan nomor urut dari pasar lama Gubug yang terbakar. Yaitu dari arah barat dan selatan Pasar.

Penempatanya juga sesuai dengan urutan pasar lama sesuai dengan blok A, B, C, D dan E.

”Jadi kita sepakat urut nomor urutnya. Sistem pedagang nanti terbuka dan darurat. Ketika capai titik optimal. Jika butuhkan pengamanan pintu atau dinding kaji dulu,” terang dia.

Pembangunan pasar dengan dana tidak terduga (DTT) dari APBD Grobogan sebesar Rp 2,5 miliar bisa menampung 850 pedagang.

Daya tampungya hanya 850 pedagang. Sisanya menggunakan tempat-tempat yang tidak terbakar ada 400 pedagang.

Pembangunan pasar darurat bertujuan agar para pedagang bisa bangkit lagi dan berdagang kembali. Harapannya roda perekonomian berjalan dan tidak macet.

Kemudian pedagang bisa beraktivitas seperti semua meski tempatnya terbatas. (mun/him/amr)

Editor : Syaiful Amri
#triplek #kios #Galvalum #pasar gubug #Paving #grobogan #pasar darurat