GROBOGAN, RadarPati.id – Bupati Grobogan Sri Sumarni pada masa akhir jabatannya meresmikan obyek wisata Sendang Keongan di Desa Penganten, Kecamatan Klambu.
Peresmian obyek wisata alam sumber mata air tersebut juga dihadiri Bupati Grobogan terpilih Setyo Hadi dan Wakil Bupati Grobogan Terpilih Sugeng Prasetyo.
”Saya sangat mengapresiasi terhadap seluruh pihak khususnya pak kades penganten, yang telah jeli memanfaatkan aset desa dan bekerja sama dengan pihak ketiga, membuka lapangan pekerjaan, mendongkrak roda perekonomian, dan jadilah Wisata yang bernama Sendang Keongan,” kata Sri Sumarni.
Bupati berharap wisata ini dapat dikelola dengan baik, selalu memperhatikan kebersihan, keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Dengan kerja sama dan pengelolaan yang baik, saya yakin bahwa Sendang Keongan akan mampu menjadi salah satu ikon wisata yang menarik di Kabupaten Grobogan.
Setelah berjalan wisata tersebut bisa ditambahi berbagai fasilitas, termasuk hiasan supaya makin oke dan cantik seperti bupatinya.
”Saya mohon maaf pak camat pak kades, tidak bisa ikut membantu lebih banyak lagi, karena sebentar lagi, saya akan memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Daerah. Saya juga mohon maaf jika selama hampir dua periode menjabat, belum bisa memuaskan seluruh pihak dan jika ada tutur kata atau perilaku yang tidak berkenan di hati,” ujarnya.
Sri Sumarni juga mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerjasamanya selama ini.
Sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik, berbagai prestasi dan penghargaan juga kita raih, termasuk berbagai pembangunan dapat kita laksanakan meskipun di tengah keterbatasan yang ada. Inilah hasil dari kerja keras kita bersama.
”Semoga hal-hal baik yang sudah terjalin selama ini, dapat terus dilanjutkan untuk mewujudkan Grobogan yang Semakin Hebat,” terang dia.
Baca Juga: Beri Perlindungan, 26.000 Pekerja Rentan di Kudus Bakal Didaftarkan di BP-Jamsostek
Junaidi, Kades Penganten menjelaskan sendang yang menempati areal seluas 1,5 hektar di desanya itu memang ditingkatkan fungsinya, dimana tempat legendaris itu dipikirkan agar menjadi sumber pendapatan desa dengan cara kerjasama pihak ketiga, ”Dengan kerjasama pihak ketiga, Sendang Keyongan kini lebih cantik dari aslinya, ” ujarnya.
Dia menambahkan, obyek wisata ini kini hadir dengan berbagai fasilitas modern, seperti mushola, parkir yang luas, resto, kamar mandi, hingga taman yang asri.
Berlokasi di area seluas 1,5 hektar, Sendang Keongan mengalami transformasi besar dengan dana sekitar Rp10 miliar, menjadikannya sebagai tempat wisata air yang menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah, seperti Grobogan, Demak, Boyolali, Blora, hingga Solo.
”Pembangunan Sendang Keongan dimulai pada 2021 dan selesai pada pertengahan 2024. Sejak dibuka, wisata ini telah menarik perhatian banyak pengunjung, bahkan sebelum peresmiannya. Kondisinya kini jauh lebih indah dan modern, tapi tetap mempertahankan nilai sejarah dan keasrian alamnya,” terang dia. (mun/him/amr)
Editor : Syaiful Amri