GROBOGAN, RadarPati.ID – Upacara peringatan hari ibu bagi Bupati Grobogan Sri Sumarni adalah peringatan upacara terakhir di masa jabatanya menjadi Bupati dua periode ini.
Peringatan hari Ibu, Senin (23/12) berbarengan dengan hari Bela Nagara ke 76 pihaknya meminta maaf selam memimpin Kabupaten Grobogan selama ini.
”Saya meminta maaf kepada seluruh warga Grobogan selama menjadi Bupati Grobogan dan pembangunan di Grobogan sudah banyak dilakukan,” kata Bupati Sri Sumarni.
Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni menyampaikan maaf atas kekurangannya.
Dia mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin membangun Grobogan.
Pembangunan di Grobogan selama dipimpinya telah berhasil membangun 86 persen jalan Kabupaten dalam keadaan baik.
Pembangunan dua rumah sakit daerah, RSUD Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Getas Pendowo, pembangunan Gor, Simpang Lima, Alun-alun Purwodadi, Taman Kuliner, Jalan Trotoar dan pembangunan lainya.
”Terima kasih kepada warga masyarakat Grobogan yang telah berikan amanah selama dua periode. Pembangunan di Grobogan sudah banyak dilakukan. Saya akan purna di Februari 2025. Kalau belum sempurna, saya minta maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan upacara Bupati mengajak kepada warga masyarakat untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan.
Khususnya peran perempuan dalam membangun fondasi bangsa serta untuk meneguhkan kembali komitmen kita semua dalam menjaga dan memperkuat persatuan bangsa.
Tantangan ke depan semakin tidak terduga. Kita bukan hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman yang tak kasat mata.
Konflik global, revolusi teknologi, hingga krisis iklim telah membawa dampak dan risiko ketahanan negara.
Setiap individu memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sesuai arahan Presiden melalui Asta-cita, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, telah merencanakan program, salah satunya Ruang Bersama Merah Putih (RBMP).
"Ini sebagai ruang praktek demokrasi dengan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender guna meningkatkan kualitas hidup serta perlindungan perempuan dan anak di desa/ kelurahan seluruh Indonesia,” terang dia.
Sementara itu dihari Ibu, Bupati mengingatkan bahwa bangsa ini dibangun dari fondasi perjuangan para perempuan yang tak pernah lekang semangatnya untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.
Tak terbilang lagi Pahlawan Perempuan yang namanya tetap harum hingga kini dan menjadikan inspirasi bagi kita semua, RA. Kartini, Cut Nyak Dien, Cut Meu tia, Fatmawati, Nyai Ageng Serang, Marta Kristina Tia-hahu, Rasuna Said, Laksamana Mala-hayati, dan masih banyak lagi.
Salah satu titik penting perjuangan pergerakan perempuan pada masa pra- kemerdekaan dan menjadi tonggak sejarah tersendiri adalah ketika diselenggarakannya Konggres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928, di Yogyakarta.
"Momentum bersejarah ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional Pada Tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, yang dinamakan “Hari Ibu”.,” tandasnya. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim