GROBOGAN, RadarPati.ID - Pada Rabu (27/11) Desa Lemahputih Kecamatan Brati sempat tergenang banjir akibat dua tanggul di Dusun Mlakas dan Ngasihan jebol.
Sejak Sabtu (30/11) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas PUPR Grobogan langsung melakukan penanganan darurat.
Kabid Persungaian dan Embung Dinas PUPR Grobogan, Slamet Setiyono, mengatakan, Dinas PUPR dibantu BBWSPJ dalam penanganan bobolan tanggul sungai Pucang tersebut.
Kolaborasi yang dilakukan dengan membagi tugas pekerjaan. BBWS diminta mendatangkan eksavator.
Sedangkan DPUPR menyediakan sasak bambu, batang bambu untuk trucuk, kawat dan paku.
Serta Desa Lemahputih menyediakan tenaga kerja dalam membantu pemasangan sasak tersebut.
"Kami kebut bersama-sama. Melalui pengerjaan ini agar penimbunan tanah yang masih basah dapat tertata dengan adanya sasak bambu yang diikat dengan kawat dan dipaku. Diharapankan melalui penanganan bobolan dapat berjalan lancar. Serta tak ada jebol susulan," jelas Slamet.
Meski saat ini petugas sempat mengalami kendala. Penanganan darurat tersebut ditarget rampung pada Senin (2/12). Jika tidak hujan deras di wilayah hulu.
"Kendala yang dialami karena tanah di sekitarnya masih lembek terendam genangan. Tetapi karena ada jaminan dan petani yang lahannya tidak terendam tanah maka untuk urukan bobolan tanggul bisa dilakukan," ungkapnya.
Serta masih menurutnya, kebetulan selama tiga hari pasca bobolnya tanggul kondisinya tidak hujan dan cuaca terang.
"Juga kebetulan eksavator yang didatangkan oleh BBWSPJ mempunyai long arm/lengan ayun bucket yang panjang Sehingga jangkauannya lebih panjang dalam mengambil tanah di lahan sebelah yang tidak terendam banjir, artinya kendala di lapangan masih bisa di atasi," paparnya.
Dengan jebolnya tanggul tersebut, pihaknya mengimbau kepada warga terutama petani yang tempat tinggalnya di sepanjang alur sungai.
Diminta untuk meningkatkan kesadarannya tidak membuang sampah. Baik hasil pertanian dan sampah rumah tangga ke dalam palung/alur sungai.
Karena sampah-sampah tersebu, menjadi penyebab banjir yang terjadi.
Selain karena hujan dengan intensitas tinggi, juga karena alur sungainya berkelok-kelok secara alam.
Selain itu, karena tingkat sedimentasi yang tinggi, sekaligus karena sampah yang menumpuk di palung sungai.
"Hal ini yg menyebabkan kemampuan daya tampung penampang sungai tidak mampu menampung debit air dan terjadi banjir yg menggenangi persawahan dan permukiman. Selain itu juga akibat wilayah hulu yang beralih fungsi lahan," paparnya. (Int/him)