Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dugaan Pencabulan Ramai-Ramai di Grobogan Dilaporkan ke Polres, Kasihan Korban Sampai Pindah Sekolah!

Abdul Rochim • Sabtu, 23 November 2024 | 03:12 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)
Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

PURWODADI, RadarPati.ID – Kasus dugaan pencabulan kepada perempuan di bawah umur di Kabupaten Grobogan dilaporkan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan.

Dari kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan beramai-ramai di salah satu hotel Kota Purwodadi menjadikan korban salah satu siswa SMA di Kabupaten Grobogan mengalami trauma berat.

Bahkan dari kasus itu, menjadikan siswi tersebut tidak melanjutkan sekolah karena adegan tersebut direkam dan tersebar.

Sebab, dari lingkungan sekolah dan teman-temanya membullinya.

Kemudian dari kasus tersebut dilaporkan ke Polres Grobogan untuk menjerat si pelaku yang masih teman dekat korban.

Kuasa hukum korban, Endang Kusumawati mengatakan, dugaan kasus pemerkosaan terjadi sekitar pertengahan Oktober 2024.

Sebelum kejadian, korban dipaksa untuk minum minuman keras sehingga korban tidak sadarkan diri.

”Korban disuruh minum ditaruh ke belakang dengan dipegangin dari pelaku utama. Kemudian dicekokin selang satu menit tidak sadarkan diri,” kata Endang Kusumawati.

Setelah tidak sadar, kemudian korban disetubuhi temanya tersebut secara beramai-ramai.

Kejadian terjadi pada siang hari di kamar hotel. Saat bangun tidur korban tidak sadarkan dan melihat tubuhnya sudah tidak pakaian sama sekali.

”Dia dibawa ke kamar mandi dia lemes. Dan itu kepala dijedukin ke tembok kamar mandi dan pahanya erdapat bekas sundutan rokok di paha korban,” ujarnya.

Dia menambahkan dalam keadaan lunglai korban dibawa ke dalam kamar dari kamar mandi.

Ada enam sampai delapan orang. tiga orang di bad kanan, tiga di bad kiri dan dua lainnya di pojok ruang.

Setelah kejadian itu, korban yang ketakutan sedikitpun tak berani memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua, ataupun kakaknya.

”Kakak korban tahu peristiwa yang menimpa adiknya malah dari video yang tersebar luas.

Diduga para pelaku sengaja mengambil perilaku bejat itu,” terang dia.

Dari video tersebut, menyebar ke teman-teman sekolahnya dan lingkungan.

Karena malu video sudah tersebar di sekolah, dia pindah sekolah untuk menghindari bully-an.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Grobogan pada Senin (18/11) lalu.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono mengatakan pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

Laporan juga sudah diterima oleh Polres Grobogan.

”(Saat ini) laporan sudah  diterima dan akan ditindaklanjuti,” kata dia. (mun/him)

Editor : Abdul Rochim
#seksual #kekerasan #polres #grobogan