GROBOGAN, RADARPATI.ID - Penyelidikan dan penelitian terkait 'harta karun' strategis (lithium) di Kabupaten Grobogan yang dilakukan tim teknis dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) alami berbagai kendala. Terutama terkait cuaca.
Fungsional Penyelidik Bumi Badan Geologi, Dzil Mulki Heditama mengatakan, masing-masing metode mempunyai cara kerja yang berbeda.
Kendala yang dialamin pun berbeda. Salah satunya kendala yang bersifat teknis sehingga berpengaruh terhadap kualitas data.
"Apalagi bagi daerah pengukuran yang dekat dengan permukiman, listrik dan banyak aktivitas masyarakat. Sehingga bisa mempengaruhi kualitas data," keluhnya.
Salah satu alat ukur yang cukup sensitif antaranya ground magnetic dan magnetotelluric.
"Kedua alat tersebut cukup sensitif terhadap sutet dan jaringan listrik," imbuhnya.
Maka, ada beberapa titik pengukuran yang dekat dengan jaringan listrik harus digeser ke titik yang jauh dari noise (gangguan terhadap data). Sehingga kualitas data tetap bagus.
Selain itu, cuaca turut menjadi kendala di lapangan.
"Jika hujan beberapa alat geofisika tidak bisa diukur," paparnya.
Kini proses penyelidikan masih terus berjalan dengan target rampung pada 7 Desember nanti. "Untuk hasil sementara belum ada karena data masih harus diolah terlebih dahulu," imbuhnya.
Diketahui, saat ini tahap yang dilakukan tim Badan Geologi baru penyelidikan awal.
Dikarenakan ingin mengetahui dimensi dari reservoir air garam yang terletak di bawah permukaan. Oleh karena itu digunakan metode geofisika.
Selain itu, mereka juga akan menginventarisasi sumber-sumber air garam lainnya yang berada di permukaan lewat metode geokimia. Pengambilan sampel air brine akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
Sedangkan untuk hasil dari data metode geofisika, akan diolah dan diinterpretasikan bersama dengan mitra yakni perusahaan Prancis yang ada di Indonesia, PT Eramet Indonesia Mining.
Setelah rampung penyelidikan di Kabupaten Grobogan, delegasi dari Badan Geologi dan PSDMBP dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke fasilitas R&D Eramet di Prancis, pada awal Desember ini. (Int)
Editor : Abdul Rochim