GROBOGAN, RADARPATI.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan melakukan penanganan jalan di Dusun Madoh Desa Bangsri yang miring akibat terkikis luapan air sungai sejak beberapa waktu silam.
Bibir sungai yang terus menerus tergerus dan longsor sepanjang 28 meter menyebabkan kondisi jalan di samping sungai itu menjadi miring.
Bahkan, kemiringan jalan mencapai 30 derajat. Sehingga membahayakan pengguna jalan yang hendak melintas ke Sragen.
Kabid rehabilitasi dan konstruksi Bondan Pujanarko mengatakan penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan bronjong sepanjang 8 meter.
"Sementara ini kami lakukan penanganan sepanjang 8 meter terlebih dahulu karena yang paling parah. Nanti sisanya kita dorong mereka untuk mengajukan bantuan kembali dengan skema yang sama," ujar Bondan.
Petugas BPBD terlihat mulai melakukan pembersihan sampah yang menghambat laju aliran sungai dengan alat berat.
Kemudian pepohonan yang tumbuh di sekitar sungai dipotong. Nantinya longsoran ini akan dipasang anyaman bronjong diisi batu cadas dan dipancang 15 dolken kayu jati.
Dalam penanggulanan longsor ini, BPBD Grobogan turut menggandeng masyarakat untuk saling gotong royong.
Sedangkan sarana dan prasarana (sarpras)untuk penanganan longsoran seperti batu, kawat bronjong kemudian eskavator ini dikolaborasikan dengan unsur pentahelik dan dunia usaha.
Pihaknya berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh desa-desa lain untuk bisa melibatkan warga dalam penanganan pasca bencana. Dengan partisipasi warga ada penghematan dari segi biaya.
"Harapannya setelah ini pemerintah menyediakan program bantuan sarana dan prasarana untuk kebencanaan dengan konsep pelibatan warga dan unsur pentahelik," jelasnya. (Int)
Editor : Achmad Ulil Albab