PURWODADI, RADARPATI.ID - Jembatan di sepanjang Jalan Danyang-Banjarsari tepatnya di Dusun Pulogendol Desa Nambuhan Kecamatan Purwodadi memiliki kondisi yang memprihatinkan.
Jembatan yang menjadi akses utama ini melengkung dan goyang jika dilalui kendaraan roda empat.
Diketahui, jembatan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 4,8 meter ini sudah rusak sejak lama.
Kondisi gelagar beton patah pada bagian tengah, tiang penyangga jembatan nyaris roboh.
Sayap dan palang jembatan terlihat retak, bahkan setiap ada kendaraan yang melintas juga goyang.
Salah satu warga setempat, Ilyas menambahkan, kondisi tiang penyangga rusak kanan dan kiri.
Pilar yang tengah sudah retak, jadi jembatan diperkirakan nggak akan lama lagi.
“Kalau ada muatan yang berat, seperti pasir dan toren miringnya kelihatan. Kami berharap semoga pemkab segera memperbaiki akses jalan utama Danyang-Kuwu ini,” ungkapnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Darmawanto mengungkapkan sepanjang jalur tersebut terdapat 20 jembatan.
Hanya satu yang sesuai standar, dua jembatan perlu pelebaran sedangkan 17 lainnya perlu penggantian.
Namun, ada berbagai permasalahan untuk jembatan di Nambuhan ini.
Di mana kondisi jembatan mengalami lenduran yang cukup besar.
Kemudian plat lantai sudah beberapa kali dilakukan penambalan, gelagar beton melengkung dan mengalami retak.
“Dinding abudment mengalami retak di beberapa titik. Serta di bagian hilir sungai berjarak kurang lebih 125 meter terdapat bendung, sehingga pada saat terjadi pasang surut air sungai akan mempengaruhi kondisi pondasi,” jelas Wahyu.
Dengan kondisi tersebut, maka jembatan membutuhkan penanganan segera.
“Upaya yang segera kami lakukan dengan pembatasan beban kendaraan yang melintas. Serta akan ada penanganan darurat untuk menghindari terjadinya roboh akibat beban kendaraan yang melintas. Serta penggantian jembatan dengan konstruksi yang lebih kuat,” paparnya. (int)