Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

72 Desa Di Grobogan Terdampak Kekeringan, Warga Berdesakan Ngantri Air Bersih

Sirojul Munir • Jumat, 20 September 2024 | 23:05 WIB
DROPING AIR –Warga Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo berbondong – bondong mengambil bantuan air bersih dari BPBD Grobogan dan PWI Grobogan, kemarin. SIROJUL MUNIR/RADARPATI.ID
DROPING AIR –Warga Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo berbondong – bondong mengambil bantuan air bersih dari BPBD Grobogan dan PWI Grobogan, kemarin. SIROJUL MUNIR/RADARPATI.ID

GROBOGAN, RADARPATI.ID – Jumlah Desa yang mengalami kekeringan sampai bulan September tahun 2020 ada 72 Desa di 18 Kecamatan se Kabupaten Grobogan.

Jumlah Desa alami kekeringan akan bertambah sampai akhir tahun.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengatakan, berdasarkan data sampai September 2024 sudah ada 72 Desa dari 18 Kecamatan yang mengalami kekeringan.

Dari Desa tersebut sudah didroping air bersih dari BPBD Grobogan kepada warga yang terdampak kekeringan tahun 2024.

”Droping air bersih yang telah distribusikan dari APBD Groboagn ada 148 tangki, DSP NPB sebanyak 192 tangki, CSR PLN Peduli sebanyak 11 tangki, BBWS Pamali juana 44 tangk dan Podorukun 11 tangki. Jumlahnya ada 406 tangki,” kata Endang Sulistiyoningsih.

Dalam penanganan bencana kekeringan BPBD Grobogan mendapatkan tambahan anggaran Rp 200 juta untuk mengatasi bencana kekeringan.

Bantuan tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Anggaran bantuan untuk droping air bersih dari APBD Grobogan Rp 200 juta untuk tahun ini dan ditambahan BNPB Rp 200 juta.

Total ada anggaran Rp 400 juta untuk anggaran bantuan atasi kekeringan.

Endang menambahkan, bencana kekeringan selalu terjadi di Kabupaten Grobogan setiap tahunnya.

Daerah yang sering terdampak kekeringan sebagian besar terjadi di wilayah timur Kabupaten Grobogan.

Diperkirakan kekeringan paling tinggi bulan Agustus dan September.

”Saat ini permintaan droping air bersih masih banyak dari Desa. Karena keterbatasan armada maka penyerahan bantuan dilakukan bergilir,” terang dia. (mun)

Editor : Abdul Rochim
#Purwodaadi #Droping Air #grobogan #kemarau panjang #bpbd grobogan #kekeringan #BPBD