Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Mengulik Tradisi Asrah Batin Antara Kedua Desa di Kedungjati Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 17 September 2024 | 04:49 WIB
TRADISI: Warga Desa Ngombak dan Karanglangu Kecamatan Kedungjati saat meramaikan tradisi asrah batin di sungai Tuntang. INTAN MAYLANI SABRINA/RADARPATI.ID
TRADISI: Warga Desa Ngombak dan Karanglangu Kecamatan Kedungjati saat meramaikan tradisi asrah batin di sungai Tuntang. INTAN MAYLANI SABRINA/RADARPATI.ID

KEDUNGJATI- Ritual prosesi budaya Asrah batin, Minggu (15/9/2024) di Desa Karanglangu dan Ngombak, Kecamatan Kedungjati,Grobogan berlangsung sangat meriah.

Acara dua tahunan yang syarat makna ini digelar ribuan warga Desa Ngombak dan Karanglangu, Kecamatan Kedungjati.

Tradisi unik ini dilakukan setiap dua tahun sekali.

Dengan penyambutan dua pengantin dari masing-masing desa di tengah derasnya aliran sungai Tuntang.

Dalam tradisi asrah batin ini, sesepuh Desa Ngombak beserta rombongan mengenakan pakaian pengantin, mereka bersiap ke tengah sungai untuk menyambut kedatangan sesepuh desa serta iring-iringan warga Desa Karanglangu.

Sebelum bersiap ke tengah sungai, mereka melakukan arak-arakan melintasi kawasan hutan jati sejauh empat kilometer.

Mereka kemudian menyeberang sungai Tuntang.

Setelah rombongan tiba di tepi sungai, ribuan warga Desa Ngombak telah mempersiapkan perahu hias melakukan penjemputan dan membawa rombongan menyeberang ke desa Ngombak.

Selama tradisi tersebut, ratusan warga yang datang turut berbut bancaan yang berisikan sayur gudangan dan ikan hasil tangkapan dalam tradisi Tubo beberapa hari lalu.

Terlihat sebagian warga rela memanjat pintu dan jendela rumah untuk mendapatkan bungkusan nasi bancakan.

Warga juga berebut air tape sambil menyodorkan gelas untuk di isi. Air tape tersebut langsung diminum.

Setelah itu mereka berebut bedak dan langsung mengoleskan bedak ke seluruh tubuh dan wajah.

Menurut salah satu warga setempat, hasil yang didapat dalam tradisi asrah batin ini dipercayai membawa berkah tersendiri.

Mereka percaya bahwa air tape, bedak serta nasi bungkus yang ia peroleh akan membawa berkah dan membuat tubuh tetap sehat dan awet muda kepada seluruh keluarga.

Kepala Desa Ngombak Heriyanto mengungkapkan, rituan ini terkait mengenai Kendhana-Kendhini sebagai cikal bakal desa tempat tinggal mereka.

“Ritual ini terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap Kedhana –Kedhini, yaitu Raden Bagus sutejo dan Raden Ayu Roro Mursiah yang merupakan sesepuh kami. Mereka berdua diyakini sebagai pendiri desa Karanglangu dan Desa Ngombak. Sebagai saudara tua Karanglangu sengaja menemui warga Ngombak untuk mempererat jalinan persaudaraan,” jelas Heriyanto. (int)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#Asrah batin #tradisi #ritual #kedungjati #grobogan #budaya