PURWODADI, RADARPATI.ID - Dari ratusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan yang membutuhkan perbaikan.
Tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) mendapat kucuran Rp 39 miliar untuk rehab 171 SD.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Grobogan M Irfan mengatakan, ada ratusan SD di Kabupaten Grobogan yang membutuhkan perbaikan.
Tahun ini baru ada 171 sekolah yang mendapatkan kucuran melalui dana alokasi umum (DAU).
”Sekolah yang mendapatkan bantuan diutamakan dengan kategori berat, disusul beberapa yang berkategori rusak sedang. Serta ringan,” imbuhnya.
Dari dana Rp 39 miliar tersebut, jenis bantuan yang didapat pada masing-masing sekolah pun berbeda.
Mulai dari ruang guru, kelas, kepala sekolah, tata usaha, ruang ibadah, perpustakaan, penataan lingkungan, pagar, pavingisasi hingga jambanisasi.
Maka, nominal yang didapat setiap sekolah juga berbeda tergantung dari kerusakan.
Ada yang mendapatkan Rp 92 juta, Rp 140 juta hingga Rp 390 juta.
Diketahui, pengajuan bantuan rehab ini melalui proses panjang.
Lantaran sekolah harus mengunggah di dapodik.
Sekolah harus memberi data akurat terkait keadaan kelas atau ruangan yang akan diajukan perbaikan.
Setelah itu baru diajukan ke disdik.
Usulan berkas manual itu harus sesuai dengan pengisian di dapodik.
Di mana, ada tiga kali desk ke kementerian.
Kemudian pengecekan data manual dan dapodik yang diharuskan sinkron.
Sedangkan Sub Koordinator Sarana dan Prasarana SD, Mashadi berharap setiap sekolah rajin melakukan update di dapodik mengenai kondisi sekolah yang ada, sehingga jika mengusulkan bantuan akan mudah mendapatkan.
Selain itu, pengajuan bantuan itu dilakukan setahun sebelumnya.
“Semua data muaranya di dapodik, jadi bisa dipantau mulai dari tingkat kerusakan di sana,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan sekolah ini dilakukan secara bertahap.
Dengan target Desember semua bisa rampung dikerjakan.
“Saat ini memang sudah ada yang hampir selesai, tapi ada juga yang baru persiapan tayang di ULP. Karena harus antre dulu,” jelas Mashadi.
Baca Juga: Pemuda di Sukolilo Pati Tewas Diduga Akibat Tawuran, Satu Luka Parah Masih Dirawat di Puskesmas
Sedangkan Kepala SDN 3 Genengadal, Wahyu Tri Ratnasari mengeluhkan sudah tiga tahun ini mengusulkan perbaikan terkait kerusakan ruang kelas, kamar mandi dan WC anak.
Namun, sampai tahun ini tak kunjung mendapatkan anggaran perbaikan sekolah.
“Kami memiliki satu ruangan kelas yang dipakai kelas II dengan kondisi tak layak. Karena bangunan lama belum pernah tersentuh perbaikan. Kondisinya saat ini, blandar di tengah sudah dimakan rayap, jadi sudah lapuk dan cekluk. Kemudian selama ini kami juga belum punya perpustakaan, pagar keliling dan papan nama juga belum ada. Semoga ke depan mendapatkan bantuan,” ungkapnya. (int)
Editor : Abdul Rochim