Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Minta Warga Merawat Instalasi Gas Rawa, Begini Alasannya

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 13 September 2024 | 19:43 WIB
GAS RAWA: Salah satu warga Desa Manggarmas Kecamatan Godong tengah memasak air di atas gas alam yang berada di depan rumahnya. INTAN MAYLANI SABRINA/RADARPATI.ID
GAS RAWA: Salah satu warga Desa Manggarmas Kecamatan Godong tengah memasak air di atas gas alam yang berada di depan rumahnya. INTAN MAYLANI SABRINA/RADARPATI.ID

GODONG, RADARPATI.ID - Wilayah Godong Kabupaten Grobogan memiliki banyak titik potensi gas rawa yang sampai saat ini dimanfaatkan warga.

Keberadaan instalasi gas rawa oleh Dinas ESDM juga diuntungkan masyarakat setempat.

Warga diminta untuk merawatnya.

Kasi Energi Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto mengatakan, Dinas ESDM mendorong pemanfaatan gas rawa oleh warga sebagai sumber energi alternatif pengganti elpiji.

Terlebih di tengah gejolak kenaikan harga gas melon tersebut.

Menurutnya, keberadaan instalasi gas rawa Di Kecamatan Godong, sedikitnya telah dimanfaatkan 25 KK.

Mereka terdampak untung dari pembangunan instalasi gas rawa ini.

“Di Kecamatan Godong sekitar Api Abadi Mrapen banyak potensi gas rawa. Dulu daerah Mrapen merupakan laguna atau rawa yang tertutup dan di situlah ada pembentukan gas metana,” jelasnya.

Gas rawa tersebut kini dimanfaatkan warga sekitar untuk memasak.

“Banyak juga potensi yang kebuang, di sana ada sendang tapi belum bisa dimanfaatkan warga. Padahal jika produksinya cukup besar, bisa buat genset,” imbuhnya.

Meski sebagian warga setempat telah memanfaatkan adanya instalasi gas rawa, pihaknya mengeluhkan warga yang enggan memperbaiki jika ada kerusakan.

“Kemarin sempat ada kebocoran pipa, warga enggan memperbaiki. Akhirnya diperbaiki perangkat desa setempat. Kami harap warga turut merawat dengan baik, apalagi gas ini kan mengandung garam sehingga kerap merusak sparator. Harus rutin dirawat,” harapnya.

Sedangkan, salah satu warga Desa Manggarmas, Ngatmin mengaku sudah hampir dua puluh tahun menggunakan gas rawa bekas bocoran gas sumur bor di rumahnya.

“Kami memanfaatkan bekas sumur bor yang terdapat bocoran gas rawa, tepatnya di depan rumah. Pengeboran sumur sudah lama kami lakukan, sejak 2004. Di kedalaman 40 meter. Namun, saat pengeboran mencapai kedalaman tersebut, bukanlah air yang keluar tapi malah gas metan,” ujarnya.

Awalnya air menyembur bersama gas.

Namun lama-lama air mulai tidak keluar.

Apabila air keluar, maka api harus dimatikan dahulu.

Karena berbahaya kalau keluar bersamaan. Sebab air tersebut mengandung gas.

Saat itu, sesekali api dipadamkan menggunakan air.

Namun, ketika dinyalakan menggunakan korek maka api kembali keluar.

Agar tak membahayakan, sumur langsung ditutup kemudian diberi peralon agar gas tetap bisa keluar dan dimanfaatkan.

Sejak puluhan tahun, gas rawa tersebut telah dimanfaatkan keluarganya untuk kegiatan sehari-hari seperti memasak.

Baca Juga: KPU Grobogan Buka Pendaftaran untuk KPPS Jelang Pilkada Serentak 2024, Ini Syarat dan Caranya

Tak hanya Ngatmin, anaknya turut memanfaatkan gas rawa tersebut untuk usaha air minum.

“Gas rawa ini juga saya manfaatkan untuk usaha air minum dan saya jual untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sehingga lebih hemat karena sudah tidak memakai elpiji,” ujar Fajar Ruhmiati.

Dijelaskan, dalam sehari dia mampu memasak air sebanyak tujuh ompreng besar.

Dia memasaknya dari pagi hingga pukul 18.00.

“Memang hanya saya manfaatkan untuk memasak air saja. Karena gasnya terlalu besar. Kalau untuk menggoreng kebesaran apinya,” imbuhnya.

Mereka mengaku tidak takut menggunakan gas rawa yang keluar dari bawah tanah miliknya.

Selain hemat, mereka juga tidak perlu menggunakan elpiji untuk memasak.

“Alhamdulillah dengan adanya gas ini, kita sekeluarga gak perlu lagi memikirkan untuk membeli tabung gas lagi,” paparnya. (int)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#godong #grobogan #Dinas ESDM #instalasi #warga #gas rawa #gas melon