PURWODADI, RADARPATI.ID - Memiliki wilayah yang diapit pegunungan kapur Kendeng Selatan dan Utara yang rawan banjir dan longsor.
Membuat BPBD Grobogan mengerahkan 30 anggotanya mengikuti pelatihan Medical First Responder (MFR) di Basarnas Semarang.
Pelatihan tersebut dilakukan selama tiga hari. Dari 11-13 September.
Pelatihan pertolongan pertama ini menjadi upaya meminimalisir korban akibat bencana.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengatakan, kondisi Kabupaten Grobogan memiliki letak geografis yang diapit dua pegunungan karst.
“Kabupaten Grobogan sendiri diketahui bersama diapit pegunungan kapur kendeng bagian selatan dan bagian utara,” ujar Endang.
Selain pegunungan, kata dia ada empat sungai strategis yang melewati Kabupaten Grobogan.
Yakni, sungai Serang, Lusi, Tuntang, dan Jragung.
“Atas letak geografis itu, banjir, Karhutla dan kekeringan sering terjadi di sini,” ungkapnya.
Maka untuk meminimalisir korban akibat bencana, Endang berupaya meningkatkan produktivitas dan mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BPBD secara maksimal dalam penanggulangan bencana di wilayahnya.
Menurutnya, MRF adalah pertolongan kali pertama di tempat kejadian yang memiliki kemampuan penanganan kasus Gawat Darurat untuk tingkat dasar.
“Kita sering menyebut Pertolongan Pertama atau Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat,” sambungnya.
MFR ini wajib dimiliki oleh seorang rescue atau TRC Penanggulangan Bencana.
Endang menyebutkan dari MFR ini diharapkan dapat membekali para anggota untuk memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama.
“Agar dapat bertindak cepat dan profesional dalam tugas-tugas kemanusian,” tambahnya. (int)