Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tingkatkan Kualitas Sekolah, 15 Perpustakaan di Grobogan Ikut Akreditasi dari Perpusnas

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 3 September 2024 | 00:25 WIB
PERPUSTAKAAN: Kondisi perpustakaan SMPN 7 Purwodadi yang diusulkan akreditasi.
PERPUSTAKAAN: Kondisi perpustakaan SMPN 7 Purwodadi yang diusulkan akreditasi.

GROBOGAN, RadarPati,ID - Tahun ini sebanyak 15 sekolah di Kabupaten Grobogan mengikuti akreditasi perpustakaan di tingkat nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung 4-5 September.

Lima belas perpustakaan sekolah tersebut yakni SMPN 2 Purwodadi, SMPN 3 Purwodadi, SMPN 4 Purwodadi, SMPN 5 Purwodadi, SMPN 6 Purwodadi, SMPN 7 Purwodadi, SMPN 1 Godong, SMAN 1 Godong, SMPN 1 Karangrayung, SMPN 3 Karangrayung, SMAN 1 Kradenan, SDN 2 Penawangan, SMPN 1 Penawangan, SMPN 2 Toroh, dan SMPN 1 Toroh.

Kabid Pengembangan dan Pembinaan Kearsipan dan Perpustakaan Dinarpusda Grobogan Ami Priyono mengatakan, kegiatan akreditasi ini konsisten dilakukan setiap tahunnya.

“Tahun lalu total ada 16 sekolah yang terakreditasi. Tahun ini targetnya 15 sekolah, sesuai yang akan dinilai ini,” jelasnya.

Menurutnya, komponen akreditasi perpustakaan sekolah berdasarakan Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional 302 Tahun 2022.

Poin-poin yang ditunjang antaranya koleksi perpustakaan yang memadai, sarana dan prasarana (sarpras), pelayanan, tenaga (SDM), penyelenggara, inovasi dan kreativitas, tingkat kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.

Nantinya mereka akan mendapatkan hasil penilaian dengan standar nilai 91-100 dengan predikat penilaian akreditasi A (amat baik). Kemudian 76-90 dengan penilaian B (baik). Serta nilai 60-75 dengan predikat penilaian C (Cukup Baik).

“Dengan akreditasi perpustakaan ini dimaksud dapat meningkatkan kualitas perpustakaan. Karena banyak komponen yang harus dipenuhi untuk mendapatkanya.

Bagi perpustakaan yang memiliki sertifikat akreditasi ini dianggap berkualitas dan memiliki layanan yang baik. Tentunya dapat meningkatkan reputasi perpustakaan di mata masyarakat,” ungkap Ami.

Meski begitu, masih banyak sekolah yang engga mengusulkan akreditasi lantaran memiliki banyak kendala.

Mulai dari kondisi perpustakaan yang rusak dan dipakai buat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Bahkan, ada beberapa sekolah yang malah tidak memiliki gedung peprustakaan.

Selain itu, sarpras rak buku yang masih kayu sehingga banyak yang dimakan rayap.

“Kendala lainnya terkait rak buku kebanyakan buku paket. Padahal seharusnya ada pula koleksi buku umum dan fiksi,” jelasnya.

Kemudian masalah yang paling umum terkait tenaga perpustakaan yang minim pustakawan murni.

“Selama ini petugas perpustakaan masih didominasi guru yang diperbantukan sebagai tenaga perpustakaan,” keluhnya. (int)

Editor : Abdul Rochim
#akreditasi #perpustakaan #grobogan #Purwodadi #sekolah #Gedung Perpustakaan