Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kekeringan di Kabupaten Grobogan Meluas ke 59 Desa, BPBD: Puncak Kemarau Diperkirakan September

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 14:34 WIB
KEKERINGAN: Warga saat mencari sumber mata air bersih di belik sungai.
KEKERINGAN: Warga saat mencari sumber mata air bersih di belik sungai.

GROBOGAN, RadarPati,ID - Kekeringan kian meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan.

Sampai saat ini sudah menyebar ke 13 kecamatan dengan 59 desa. 

Disebutkan 13 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Gabus, Pulokulon, Wirosari, Kradenan, Ngaringan, Toroh, Purwodadi, Grobogan, Tanggungharjo, Tegowanu, Geyer, Gubug dan Kedungjati. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Soewignyo mengatakan, dropping air bersih masih terus berlanjut.

Disebutkan total penyaluran air bersih telah mencapai 250 tangki. 

“Realisasinya dropping air bersih bersumber dari APBD sebanyak 148 tangki, dan dana siap pakai (DSP) 58 tangki. Sehingga total ada 250 tangki penyaluran,” jelasnya.

Dijelaskan, pengiriman air bersih telah dilakukan sejak awal Juni 2024 lalu.

Kemudian, semakin ke sini desa-desa yang meminta air bersih semakin banyak. 

Adanya kemarau yang meluas, sejak 14 Juni 2024 BPBD Grobogan telah mengeluarkan SK status darurat bencana kekeringan.

“Kalau menurut BMKG prakiraan awal musim kemarau di Kabupaten Grobogan terjadi pada Juni-Juli.

Sedangkan puncak kemarau diperkirakan pada Agustus-September. Dengan durasi musim kemarau 13-15 dasarian (4-5 bulan,” jelasnya.

Selain dropping air bersih, diketahui BPBD tahun ini juga membangun dua sumur bor di Desa Karangrejo dan Desa Rejosari Kecamatan Grobogan.

Pembuatan sumur bor itu menggunakan DSP senilai Rp 120 juta. (Int)

Editor : Abdul Rochim
#meluas setiap hari #dropping air bersih #grobogan #kekeringan