Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dinkes Grobogan Gencarkan Skrining Kesehatan Jiwa di Sekolah, Anak Dirujuk ke Puskesmas

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 13 Agustus 2024 | 07:25 WIB
SKRINING: Petugas Dinkes Grobogan dan puskesmas saat melakukan deteksi dini pelayanan kesehatan jiwa ke sekolah. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADARPATI.ID)
SKRINING: Petugas Dinkes Grobogan dan puskesmas saat melakukan deteksi dini pelayanan kesehatan jiwa ke sekolah. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADARPATI.ID)

GROBOGAN, RADARPATI.ID – Deteksi dini kesehatan jiwa pada anak dan remaja di sekolah mulai digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan.

Selama skrining, petugas menemukan satu siswa yang akhirnya dirujuk ke puskesmas setempat untuk diberikan konseling.

Plt Kepala Dinkes Grobogan Anang Armunanto melalui Sub Koordinator (Subkoor) Penyakit Tidak Menular (PTM) Subandi mengatakan, deteksi dini itu diperlukan untuk memetakan permasalahan emosi dan perilaku.

Sehingga dapat diambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah memburuknya penyakit.

“Mereka menjadi kelompok usia rentan. Karena pada usia anak dan remaja merupakan masa tumbuh kembang untuk mencapai kematangan.

Beberapa permasalahan yang dihadapi antaranya perundungan, depresi, mogok sekolah hingga keharmonisan keluarga,” jelasnya.

Saat dilakukan skrining ke sejumlah sekolah ini, pihaknya mendapatkan satu anak usia 13 tahun yang terindikasi.

“Saat kami memeriksa 20 anak di posbindu remaja, ada satu anak yang terindikasi dengan diagnosa psikosis depresi. Ia memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup,” ungkapnya.

Sebelumnya mereka diminta mengisi self report questionnaire (SRQ). Dari hasil SRQ kemudian dilakukan interview langsung.

“Kami pastikan secara lisan untuk menanyakan penyebab. Barangkali salah centang atau baca. Tapi ternyata memang yakin menjawab itu karena keluarga dirasa tidak harmonis,” imbuhnya.

Kendati adanya temuan tersebut, akhirnya koordinasi dengan guru untuk membawa siswa tersebut dirujuk ke puskesmas. Di sana ia mendapatkan konseling. Orang tua juga turut datang mendampingi.

Baca Juga: Doa dan Amalan untuk Anak Perempuan: Menjadi Salihah dan Pintar dalam Naungan Agama Islam

“Kami harap semakin cepat terdeteksi, semakin baik efektivitas penanganan masalah kesehatan mental yang bisa diberikan oleh psikolog atau psikiater.

Dengan begitu risiko terjadinya masalah besar akibat gangguan mental, seperti ide bundir bisa dicegah,” harapannya. (int/him/ade)

Editor : Alfian Dani
#jiwa #Dirujuk #Gencarkan #di sekolah #dinkes grobogan #grobogan #anak #skrining kesehatan #ke Puskesmas