Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pembangunan Pasar Glendoh di Grobogan Molor Sepuluh Hari, Ternyata Ini Penyebabnya

Sirojul Munir • Sabtu, 20 Juli 2024 | 03:17 WIB

 

PROSES FINISHING: Pembangunan Pasar Glendoh di Jalan Gajah Mada Purwodadi sudah capai 77 persen dan tinggal finishing sebelum serah terima penempatan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
PROSES FINISHING: Pembangunan Pasar Glendoh di Jalan Gajah Mada Purwodadi sudah capai 77 persen dan tinggal finishing sebelum serah terima penempatan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN, RADARPATI.ID – Progres pembangunan pasar Glendoh di Jalan Gajah Mada Purwodadi sudah capai 77 persen.

Target dari pembangunan pasar yang akan ditempati pedagang pasar Glendoh lama di Jalan R Soeprapto Purwodadi ditagetkan selesai sampai Agustus 2024.

 Harapanya pemindahan pedagang ditargetkan bisa tahun ini. Pemindahan dilakukan setelah ada serah terima bangunan pasar Glendoh baru di Jalan Gajah Mada Purwodadi.

Dari target selesai pembangunan itu meleset yang seharusnya selesai buli Juli baru bisa diselesaikan bulan Agustus 2024.

”Dari progress pembangunan selesai pada bulan Juli tidak bisa tepat waktu. Maka waktu selesai pembangunan molor sampai 10 hari,” kata Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan.

Dari pasar Glendoh tersebut akan ditempati 250 sampai 300 pedagang di pasar Glendoh yang mayoritas pedagang unggas.

Rencana pemindahan pedagang sudah ada delapan tahun. Namun, belum dilaksanakan. Bangunan pasar Unggas di Nglejok diperuntukan pedagang pasar Glendoh tidak jadi ditempati.

Pasar tersebut akhirnya ditempati pedagang pasar Unggas di sepanjang MH Thamrin depan GOR Simpang Lima Purwodadi.

”Dari pantauan monitoringan dari Kementerian PU disini progress fisiknya baru 77 persen,” ujarnya.

Rencana pemindahan pedagang pasar akan menunggu pembangunan pasar selesai.

Pedagang akan ditempatkan sesuai dengan jenis daganganya.

Bangunan Pasar Glendoh di Grobogan dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR melalui pendanaan APBN tahun 2023-2024 senilai Rp25 miliar.

Konstruksi bangunan pasar dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Pradipta Bumi Konstruksi di atas lahan seluas 11.331 m2 dengan luas bangunan 3.397 m2.

”Sesuai peruntukan Pasar Glendoh terdiri dari 4 blok yang mampu menampung 200 pedagang,” ujarnya.

Rincian dari empat blok terdiri dari dengan pembagian bangunan utama pasar yakni Blok A terdiri dari 10 kios, Blok B sebanyak 12 kios dan 48 los, Blok C sebanyak 12 kios, dan Blok D sebanyak 58 kios dan 56.

Pasar yang satu kompleks dengan pasar Pagi dan Pasar Holtikultura ini dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, dan rumah pompa.

Selain itu juga dilengkapi dengan bangunan rumah potong ayam, ground water tank, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bank sampah, rumah genset, area parker, drainase, akses lingkungan, pagar kawasan, dan lansekap.

Pekerjaan dimulai sejak Desember 2023 dan masih berjalan sampai sekarang. (mun/him)

Editor : Abdul Rochim
#pedagang #kios #los #gor #simpang lima #pembangunan #grobogan #pasar glendoh #Purwodadi #molor