GROBOGAN, RADARPATI.ID – Dalam mempercepat perekoniman di Kabupaten Grobogan, beberapa tahun terakhir ini pemkab mengusulkan pengembangan kawasan industri.
Dengan dibuatnya dry port atau gudang barang di sekitar Stasiun Tanggung Kecamatan Tanggungharjo. Sampai saat ini usulan tersebut masih ngambang.
Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan Candra Yulian Pasha mengatakan, usulan dry port masih belum di-handover.
Padahal rencananya dipakai untuk pengembangan sistem logistik daerah (Silogda) berbasis rel.
“Dulu sudah sempat masuk di sustainable urban mobility plan (SUMP) Kedungsepur. Bahkan sempat ada tiga stasiun yang diusulkan menjadi dryport yaitu Stasiun Tanggung, Ngrombo dan Kradenan,” jelasnya.
Menurutnya, adanya dry port dimaksud untuk memudahkan akses keberadaan kawasan industri di Kabupaten Grobogan.
”Kalau banyak pabrik dan kami hanya mengandalkan angkutan jalan raya, betapa macetnya jalan kita ini. Sebenarnya kita ini diuntungkan adanya jalur rel yang bisa digunakan sebagai angkutan logistik berbasis kereta api. Maka kami usulkan untuk pembuatan dryport di sejumlah stasiun,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadan Stasiun Tanggung yang merupakan stasiun aktif tertua di Indonesia ini diusulkan menjadi stasiun peti kemas.
Di mana bisa untuk transit antrean dari Pelabuhan Tanjung Mas (Jakarta-Surabaya). Sekaligus mengakomodasi distribusi barang dari dan keluar Kabupaten Grobogan.
”Mengakomodasi pertumbuhan industri di sini. Silogda ini penting karena menjadi kegiatan logistik yang dikaitkan semua rantai pasok pemenuhan kebutuhan masyarakat Grobogan.
Selain beras, di daerah Tanggungharjo memiliki Semen Grobogan. Diharapkan bisa terakses melalui jalu rel,” harapnya. (int/him)
Editor : Abdul Rochim