PURWODADI, Radar Kudus – Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto memantapkan diri maju menjadi Calon Bupati Grobogan pada Pilkada 2024 mendatang.
Hal itu, terungkap ketika wawancara dengan Baehaqi host acara Jateng Talk Jawa Pos TV.
”Iya memang betul saya mencalonkan diri jadi Bupati Grobogan 2024-2029. Saya melihat masih banyak permasalahan yang ternyata perlu harus diselesaikan tentang ekonomi , infrastruktur, sosial, pendidikan dan sebagainya,” kata Bambang Pujiyanto.
Bembang Pujiyanto merupakan Wakil Bupati 2021-2026 berpasangan dengan Bupati Sri Sumarni.
Majunya menjadi bakal calon bupati (bacabup) karena Bupati Sri Sumarni sudah menjabat dua periode (2015-2021 dan 2021-2026).
Maka dirinya ingin melanjutkan maju menjadi Calon Bupati.
”Selain itu,juga ada dukungan dari keluarga , Sahabat, teman teman dan saya maju menjadi Bupati,” ujarnya.
Adek mantan Bupati Grobogan Bambang Pujiyono mengawali karir sebagai seorang dokter.
Yaitu mulai praktek dokter tahun 1987 di RS Panti Wiloso atau Roemani 1988. Kemudian menjadi Kepala Puskesmas di Kradenan.
Saat itu, merupakan dokter satu-satunya dokter jadi Kepala Puskesmas. Selanjutnya tahun 1993 menjadi menjadi dokter di RSUD R Soedjati.
”Pertama jadi dokter jaga masuk jam 7 pagi pulang besok siang jam 2.
Jadi 24 jam lebih. Pas dapat dokter jaga seperti itu terus karena kekurangan dokter,” aku mantan Direktur RSUD R Soedjati Purwoadi.
Selanjutnya, pada tahun 2000 ada kekosongan kasubag Tata Usaha .
Saat ada kekosongan kekosongan jabatan itu, dirinya untuk membantu RSUD R Soedjati Purwodadi.
Sebab, tidak ambil dokter spesialisis dan untuk membantu administrasi agar rumah bisa maju tidak ada komplain dari masyarakat.
Dari situ dirinya belajar untuk membantu pelayanan kepada warga masyarakat.
Selain itu, dirinya ikut terjun ke dalam politik meski tidak terang-terangan. Yaitu membantu adeknya nomor lima Bambang Guritno menconkan diri jadi dewan lewat PDI P.
ketika itu masih system proporsional tertutup. Saat mencalonkan tidak jadi pada Pemilu 2004. Saat system sudah di rubah jadi proporsional terbuka akhirnya jadi dewan pada Pemilu 2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024. Sehingga saya ikut membantu PDI P.
Totok menambahkan, yang menarik kalau di Kesehatan yang diurusi lingkup kesehatan. Padahal masih banyak permasalahan harus diselesaikan. Seperti masalah sosial pendidikan, sosial dan yang lainya mendorong dirinya untuk mengambil kebijakan bisa menyelesaikan masalah di Grobogan.
Kemudian adanya pengaruh dari keluarga Bambang Pujiyono sebagai Bupati sebelumnya sebagai panutan karena pengganti bapak keluargga. Dimana perjuangan dari Bambang Pujiyono merangkak dari bawah, staf honorer, kemudian sekcam, camat, wakil bupati dan bupati.
”Meskipun dengan keterbatasan secara ekonomi. Istilahnya bisa dikatakan pas-pasan. Kalau kitta serius berjuang kita bisa berhasil. Pengaruh itu kakak saya dengan segala keterbatasan ya bisa jadi Bupati,” terang dia.
Pencalonan Bambang Pujiyono berangkat dengan menggunakan kendaraan dari partai PKB. Dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Grobogan.
Dirinya merasa terharu karena banyak dari masyarakat yang tumbuh dengan sumber daya sendiri membantu untuk mendukung maju jadi calon Bupati Grobogan.
Mereka dengan harta benda sendiri membuat kelompok relawan sampai banyak sekali. Bahkan ada relawan dari ibu-ibu dan relawan lainya.
”Saya sangat terharu bangga dan optimis. Untuk mendukung saya sukses jadi Bupati terpiilih maju di Pilkada. Dari keluarga mendukung. Apalagi keluarga tentunya doa dan usaha maksimal mungkin. Perjalanan politik menarik. Awalnya bantu-bantu di PDI P. ditengah perjalananya pindah PKB. Awal ya bersama bu Sri Sumarni bersama PDI P ,” tambahnya.
”Saya maju sebagai Bupati Grobogan pertama lewat PDI P. Tetapi politik dinamis. Apalagi di berikan contoh di atas. Tujuan untuk mengatasi permasalahan daerah.
PDI P dan sampai sekarang adek dan ponakan juga masih PDI P.
Kemarin saya matur kepada Bu Sri. Mungkin dua minggu lalu. Berkeinginan maju ke Bu Sri dan beliau welcome saja. Beliau tidak ada masalah,” tandasnya. .
Meskipun ada perbedaan politik. Ada wakil bupati dan Bupati menyatu ada unggah ungguh. Saat ini PKB mendapatkan 8 kursi pada Pemilu 2024 dengan perolehan suara 148.803 suara.
Padahal untuk mencapai syarat calon harus 20 persen di DPRD kalau di sini 50 maka harus dapat 10 kursi.
”Kami sudah lakukan kesepakatan dengan Golkar, PKS dan Demokrat dan menunggu rekomendasi.
Penjaringan nanti sementara lewat PKB kemarin ada koalisi Golkar, PKS dan Demokrat. Komunikasi dengan Nasdem 1 kursi dan delapan partai non parlemen tidak punya kursi sudah sepakat mendukung,” aku dia.
Saat ini permasalahan di Grobogan masih banyak. Terutama pupuk masih langka dan sulit. Seperti dikatakan pak Prabowo. Pupuksulit mahal. Ada tempat jual tempat pupuk bersubsidi dengan harga non subsisi.
Maka harus berikan solusi. Ini yang bisa ambil keputusan.
Bahkan dari Menteri Pertanian Amran Sulaeman saat berkunjung ke Grobogan meminta agar warga ikut mengawasi peredaran pupuk. Jikada distributor nakal izinya akan dicabut.
Permasalahn lainya juga ada permasalahan gaji buruh digaji minimal hanya Rp 270 ribu perpekan.
Gaji itu, di bawah Upah Minimum Kerja (UMK). Adnya permasalahanya itu, ada di salah satu industry yang menggaji ternyata alasan masih percobaan. Target yang dicapai belum maksimal.
Kemudian ada permasalahan adanya pekerja yang memiliki skill dalam bekerja. Selanjutnya masalah kesejahteraan madrasah diniyah yang membutuhkan aspirasi perhatian. Perhatian serius lainya adalah angka droup out sekolah masih tinggi tinggi. Permasalahan tersebut harus dicarikan solusi, mau sekolah sesuai dengan cita cita sekolah 12 tahun.
”Infrastruktur jalan sudah bagus. Tetapi masih belum capai target karena terkena pandemic covid. Banyak serap anggaran tersedot dianggaran covid. Ini wajar ada anggaran kesana. Hampir 85 persen sudah bagus.
Menurut pendapat saya tantang mesejahterakan masyarakat bisa diatasi pemerintah. Eran sert stakeholder pemerintah berupaya peningkatan kesejahterakan masyarakat. Jadi tanggung jawab bersama,” kata dia.
Permasalah lainya di Grobogan angka stunting masih tinggi. Maka ada slogan Aja kawin bocah. Sehingga angka perceraian banyak.
Karena kasus stunting berawal dari pernikahan usia dini belum siap fisik psikologis. Sehingga banyak anak yang lahir jadi stunting.
”Itu permasalahan kesehatan banyak sekali. Mengajak peran serta masyarakat atasi permasalahan yang ada di Grobogan.
Termasuk APBD terbatas. Butuh kesabaran dari masyarakat. Bareng bareng dengan pemerintah untuk membangun,” tandasnya. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim