Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Korban Pengeroyokan Siuman setelah Sembilan Hari, Seperti Apa Ia Lewati Masa Kritis ?

Abdul Rochim • Selasa, 14 Mei 2024 | 22:27 WIB

 

 

TERBARING LEMAS: DZP korban pengeroyokan gerombolan remaja pada Sabtu (4/5) baru siuman kemarin. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
TERBARING LEMAS: DZP korban pengeroyokan gerombolan remaja pada Sabtu (4/5) baru siuman kemarin. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

GROBOGAN, RADARPATI.ID - DZP, yang merupakan warga lingkungan Majenang Kelurahan Kuripan Kecamatan Purwodadi lewati masa kritis selama sembilan hari sejak Sabtu (4/5) malam.

Bocah 16 tahun tersebut koma setelah dikeroyok oleh gerombolan remaja saat ngopi di sekitar Jalan Ahmad Yani Ruko, Jalan Ayodya Raya Nomor 2, Dusun Penganten, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi.

Ayah korban, Tejo Subroto, 41, menceritakan usia dirontgen terdapat gumpalan darah di kepala putranya.

"Setelah dikeroyok pada Sabtu (4/5) malam itu pingsan dan koma. Baru hari ini mulai siuman," bebernya kepada saat ditemui wartawan di ruang durian kamar nomor 110 Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi Senin (14/5).

Meskipun telah siuman, akan tetapi putranya masih mengalami trauma. "Seperti ingin memberontak. Luka paling parah ya di kepala dan dada karena diinjak-injak dan dipukuli para pelaku," jelasnya.

Tak hanya, DZP, bocah lain yang menjadi korban adalah MA, 16, yang juga merupakan warga lingkungan Majenang.

Ayah korban, Slamet Riyadi, 41, menceritakan bahwa mulanya putranya tersebut ngopi dengan DZP bersama tiga orang teman lainnya. Akan tetapi tahu-tahu DZP dikeroyok oleh orang yang tak dikenal.

"Waktu anak saya mau menolong juga malah kena keroyok, mukanya juga babak belur. Tapi yang paling parang memang DZP. Sementara itu tiga orang teman lainnya berhasil melarikan diri," ujarnya.

Menurut Slamet, jumlah pelaku yang mengeroyok DZP dan anaknya sekitar 12-15 orang.

"Informasi awal mereka habis mengunjungi sholawatan di daerah Wirosari. Dalam keadaan mabuk beristirahat di taman dekat tempat anak-anak ngopi. Sebelum pengeroyokan sempat terjadi cek-cok katanya anak saya dan temannya ini lewat ndak amit-amit," terang Slamet menjelaskan kronologi awal kejadian tepatnya di Barat Radio Thomson Purwodadi yang terdapat sejumlah taman.

Atas kejadian tersebut, Tejo Subroto melaporkan kepada pihak kepolisian pada Minggu (5/5) siang.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono juga menanggapi kejadian tersebut. "Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi," hematnya.(fik/him)

Editor : Abdul Rochim
#kritis #pengeroyokan #grobogan #korban