Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sembako Mahal, Pedagang Pasar Induk Purwodadi Keluhkan Sepi Pembeli

Alfian Dani • Kamis, 14 Maret 2024 | 08:10 WIB
SEPI: Sri sedang melayani pembeli ayam potong di lantai dua Pasar Induk Purwodadi Kemarin.
SEPI: Sri sedang melayani pembeli ayam potong di lantai dua Pasar Induk Purwodadi Kemarin.

GROBOGAN, RADARPATI.ID - Sejumlah bahan-bahan pokok saat ini masih yang mengalami harga yang cukup tinggi. Hal ini membuat daya beli masyarakat semakin menurun.

Kondisi sepinya pengunjung dikeluhkan oleh para pedagang di Pasar Induk Purwodadi pada Rabu (13/3).

Sri, penjual ayam potong mengatakan di awal Ramadan ini hanya mampu menjual sekitar 50 kilogram saja.

"Sekarang per kilogramnya itu Rp 38 ribu dari awalnya Rp 36 ribu," sebutnya.

Bahkan dia mengaku untuk mengambil untung pun susah. "Cakar itu sekilo ngambilnya di harga Rp 25 ribu, tapi pembeli mintanya Rp 20 ribu," tambahnya.

Seketika pembeli mengetahui harga ayam sontak mereka mengurungkan diri untuk membeli. "Kebanyakan pada mlengos," tutupnya.

Sementara itu, Suci pedagang lain mengatakan memang sejak seminggu sebelum puasa sudah terasa sepi. Dari segi harga pun relatif tinggi.

"Bawang putih naik dari Rp 31 ribu menjadi Rp 33 ribu. Bawang kating Rp 34 ribu menjadi Rp 37 ribu," ungkapnya.

Meskipun demikian cabai rawit turun dua ribu, dari Rp 25 ribu menjadi Rp 23 ribu. "Termasuk bawang merah dari Rp 20 ribu menjadi Rp 18 ribu," kata Suci sembari mengemas pesanan.

Sementara itu untuk harga beras masih stabil. Sari, mengatakan harga untuk yang kualitas premium ialah Rp 17 - 20 ribu.

"Orang puasa mintanya kebanyakan yang bagus begitu," amatinya.

Meskipun terdapat beras ndeso yang dibanderol dengan harga Rp 14 ribu namun Sari mengatakan orang jarang berminat membeli.

Pihaknya berharap agar stok beras masih tersedia hingga lebaran mendatang.


"Kalau soal beras ini kan kebutuhan dasar, mau semahal apapun tetap akan dibeli," tuturnya.(fik/ade)

Editor : Alfian Dani
#purwodadi grobogan #sembako mahal #Keluhkan #Pedagang Pasar Induk #grobogan #sepi pembeli #pasar induk purwodadi