Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sosok Siti Masruroh Abdikan Ilmu Alquran untuk Masyarakat

Achmad Ulil Albab • Selasa, 27 Februari 2024 | 19:41 WIB
DOKUMEN PRIBADI.
DOKUMEN PRIBADI.

 


GROBOGAN, RADARPATI.ID - Menjadi seorang santri sekaligus hafidz Alquran tak lantas membuat Siti Masruroh, 21, merasa cukup.

Sebagai seorang perempuan, ia tidak mau hanya sebagai kanca wingking yang hanya mengurusi soal kasur dan dapur.

Melainkan, ia ingin setara bahkan bisa turut membimbing masyarakat. Untuk menjadi manusia yang terdidik adalah jalan yang ia tempuh.

Perempuan asal Purwodadi, Grobogan itu sudah hafal Alquran sejak usia 15 tahun. Hingga berkesempatan menjadi mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Walisongo melalui jalur prestasi tahfiz pada 2020.

Berbekal disiplin dalam segala hal menjadi kunci suksesnya meraih hal tersebut. Bahkan bangku perguruan tingginya telah dirampungkan tepat saat menginjak semester delapan.

"Skripsi sudah selesai. Ini sedang menunggu jadwal sidang," tuturnya Jumat (23/2).

Di tengah kewajiban akademik yang telah selesai itu, Masruroh beranjak mendarmakan waktunya sebagai seorang guru wiyata di tingkat sekolah dasar.

Tak tanggung-tanggung, ia juga menjadi pengajar (ustazah, Red) TPQ saat sore hari.

Meskipun memiliki aktivitas yang padat, ia tak merasa kelimpungan. Masruroh selalu menjaga waktu murojaah untuk menjaga hafalan-hafalannya.

Hanya perlu waktu 10 hari baginya untuk menghatamkan 30 juz.

Mengenyam pendidikan menurutnya bukan sesuatu yang penting, tetapi sangat penting. Ditambah peran ganda yang akan disandangnya kelak, sebagai ibu.

Mau tidak mau seorang perempuan harus terdidik sebelum mendidik anak-anak.

Apalagi setelah terjun pada dunia pendidikan, Masruroh semakin mengerti betapa pentingnya hal tersebut.

Selain kewajiban untuk menuntut ilmu, menurutnya menjadi madrasah pertama merupakan tugas berat sekaligus mulia.

"Seumpama saya kelak tidak jadi guru, setidaknya saya bisa menempatkan diri saya dalam masyarakat maupun keluarga," pesannya. (fik/him)

Editor : Achmad Ulil Albab
#ilmu #grobogan #Sosok #hafidz