GROBOGAN, RADARPATI.ID - Banjir besar yang terjadi karena luapan Sungai Tuntang dan jebolnya tanggul sungai menjadikan Jalan Gubug sebelah barat Jembatan Gubug amblas selebar 50 meter dan tinggi 7 meter.
Jalan amblas itu berada do sisi utara dan selatan jalan. Akibatanya, jalan tak bisa dilewati kendaraan besar.
Petugas dari Satlantas Polres Grobogan menutup jalan itu.
Kendaraan yang hendak melewati Jalan Semarang-Purwodadi diminta memutar lewat Demak.
Begitu juga sebaliknya, kendaraan dari arah Purwodadi-Semarang diminta putar balik lewat Demak di Pertigaan Mintren, Godong.
Selain kondisi Jalan Purwodadi-Semarang amblas itu, Jalan Godong-Gubug juga terendam banjir sedalam 50 sentimeter.
Beberapa kendaraan sepeda motor yang nekat lewat macet. Para pemilik kendaraan harus menuntun, agar bisa melewati genangan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Harya Muldiyanto bersama jajarannya, kemarin meninjau lokasi jalan amblas dan tanggul sungai yang jebol akibat banjir.
Jebolnya tanggul itu, karena insentitas air hujan tinggi, sehingga air tak dapat terbendung.
”Akibat limpasan ini, menggerus tanggul yang berada di sekitarnya atau di Sungai Tuntang. Kami akan melakukan tindakan darurat untuk meninggikan tanggul dan kekuatan tanggul,” katanya.
Tindakan penutupan tanggul sementara dilakukan untuk antisipasi banjir susulan. Saat ini ada tiga tanggul sungai yang jebol.
Meliputi, tanggul Sungai Tuntang Gubug, Sungai Cabean, dan Sungai Keramat.
Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan, bantuan untuk korban banjir dilakukan dengan menerjunkan personel ke lokasi bencana.
Selain itu, juga mengerahkan anggota polsek wilayah terdampak untuk membantu warga yang membutuhkan.
”Kami juga memberi bantuan sembako di dapur umum,” ujarnya. (mun/ade)
Editor : Alfian Dani