GROBOGAN, RADARPATI.ID - Sebanyak 25 relawan PMI Grobogan dilatih menangani penyiapan air besih dan sanitasi ketika penanganan pasca bencana.
Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari 8-10 Desember ini.
Kebersihan air dan sanitasi merupakan salah satu hal penting setiap penanganan pasca bencana.
Maka sejumlah relawan diberikan peningkatan kapasitas Water dan Sanitation Hygine (Wash).
Meliputi layanan air, sanitasi, dan promosi kesehatan PMI, standar sphere, manajemen limbah cair dan padat, limbah medis, pengendalian vektor, Peningkatan kualitas air, House Hold Water Treatment and Safe Storage (HHWTS), Distribusi dan penyimpanan air dan lengolahan air dengan water treatment plant (WTP).
"Sekaligus simulasikan perencanaan layanan sanitasi dan promkes serta camp manajemen," ungkap Ketua PMI Grobogan Moh Sumarsono.
Menurutnya kebutuhan air dan sanitasi yang merupakan kebutuhan mutlak dalam segala situasi, termasuk saat darurat bencana.
“Air dan sanitasi yang bersih adalah hal vital bagi kehidupan, termasuk saat bencana. Maka pengelolaan air harus baik agar tidak terkontaminasi bakteri dan lainnya. Sehingga diperlukan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai dalam bidang teknis pelaksanaan operasi air, sanitasi dan promosi kesehatan,” ungkapnya.
Saat itulah, tim Wash PMI sebagai tim operasional hadir membantu masyarakat.
Relawan tersebut dituntut tanggap, cepat dan tepat dalam merespons pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Kasi Pelayanan Masyarakat PMI Grobogan, Gesit Kristyawan menjelaskan pelatihan ini juga dilakukan secara praktik.
"Tentunya latihan secara praktik ini diharapkan agar para relawan bisa langsung mudah mobilisasi di wilayah bencana.
“PMI Grobogan selama ini dapat mencukupi kebutuhan personil relawan yang dimobilisasi didaerah yang terdampak bencana, seperti Lombok dan Palu,” tambahnya. (int/him)
Editor : Alfian Dani