Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

UNIK! Masjid Baiturrahman di Grobogan yang Memadukan Unsur Candi, Vihara hingga White House

Intan Maylani • 2025-03-12 23:51:02

 

PERPADUAN: Bangunan Masjid Baiturrahman Desa Bugel, Kecamatan Godong yang mengadopsi bentuk bangunan candi, menara, vihara dan kubah gedung putih. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)
PERPADUAN: Bangunan Masjid Baiturrahman Desa Bugel, Kecamatan Godong yang mengadopsi bentuk bangunan candi, menara, vihara dan kubah gedung putih. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)

GROBOGAN, RADARPATI.ID - SEBUAH masjid yang sangat unik berdiri di Desa Bugel Kecamatan Godong, Grobogan.

Masjid tersebut berdiri pada 2009 dengan pembangunan secara bertahap. Memiliki keunikan tersendiri karena memadukan Menara Kudus, Candi Singosari, Vihara Sam Poo Kong, hingga Kubah White House (Gedung Putih).

Masjid ini diberi nama Baiturrahman. Berlokasi di gang kecil dengan di kelilingi danau kecil pada sisi selatan masjid.

Di samping masjid juga terdapat bangunan pendapa yang sebelumnya dipakai untuk mengaji tarekat.

Di lokasi tersebut juga terdapat Ponpes Mazroatul Huda yang di isi para lansia dari berbagai daerah.

Masjid dengan luasan 42 meter ini diurus pemiliknya sendiri yakni KH Mohammad Maghfuri.

"Dulu hanya musala biasa. Mulanya hanya untuk ngaji tarekat kecil-kecilan. Malah semakin banyak yang mengikuti kajian dan istigasah.

Akhirnya atas restu guru, saya diperbolehkan membangun masjid namun jangan langsung besar," ujar KH Mohammad Maghfuri.

Baru dibangunlah pendapa hingga masjid tersebut. Namun, tak langsung berdiri. Semula hanya pondasi. Selang beberapa tahun baru tiang-tiang.

"Pesannya 'Allahulkahfi'. Syaratnya boleh membangun tapi nggak boleh meminta-minta sumbangan.

Alhamdulillah Allah sendiri yang mencukupi, setiap tahun bisa dibangun bertahap. Tak tergesa-gesa dan tak ada konsep khusus," ujarnya.

Karena dirinya termasuk penggemar arsitek kuno setiap pergi ke suatu daerah langsung mendapatkan ide untuk diterapkan di masjidnya itu.

"Idenya nggak tergambar, antara imajinasi dan melihat bangunan yang sudah ada. Tukangnya saya kasih ide begitu saja, nggak terkonsep," imbuhnya.

Dijelaskan, bangunan masji tersebut pada sisi kiri disematkan bangunan mirip Candi Menara di Pasuruan, Jawa Timur. 

"Terinspirasi dari Candi Singhasari (Hindu-Buddha). Namun hanya simbol, kami pakai untuk pasang speaker karen cukup tinggi," ujarnya.

Selain itu, KH Maghfuri juga tertarik dengan bangunan Sam Poo Kong di Semarang.

Namun, untuk menghindari anggapan masjid tersebut sebagai padepokan Tionghoa, kemudian ditambahkan desain Menara Kudus.

Menara Kudus dipilih karena dianggap sudah menjadi ciri khas akulturasi budaya Islam dan Hindu.   

Keunikan masjid itu juga tampak dari kubahnya. Kubah unik itu terinspirasi dari kubah White House atau Gedung Putih di Amerika Serikat.

Karena keunikan tersebut, banyak yang akhirnya menyebutnya sebagai masjid NKRI atau masjid Bhinneka Tunggal Ika.

Meski demikian, masjid ini memang belum selesai sepenuhnya. Di lokasi, para pekerja terlihat melakukan aktivitas pembangunan.

"Sebenarnya tinggal finishing, tapi memang kami tidak menarget harus segera rampung. Sehingga kami pelan-pelan saja," imbuhnya.

Masjid tersebut kian viral saat dijadikan tempat reuni Alumni Taruna Akabri 1989 atau Altar 89.

Sejumlah jenderal, baik di TNI maupun Polri mendatangi lokasi dengan luasan 1 hektare tersebut.

"Saya sudah menolak awalnya, karena bangunan belum jadi.

Namun, mereka memaksa. Yasudah kami perkenankan. Dari situ juga semakin dikenal, banyak yang ikut ngaji di sini," jelasnya. (int/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#vihara #hindu #budha #white house #istigasah #grobogan #menara kudus #candi