RADARPATI.JAWAPOS.COM - Laporan analisis terbaru dari firma riset pasar TrendForce memperkirakan Apple bakal menaikkan harga jual iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Langkah ini dipicu oleh lonjakan drastis pada biaya komponen (Bill of Materials/BOM), terutama di sektor memori, yang naik signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: iPhone 18 Pro, Pro Max dan Ultra, Ini Spesifikasi dan Harganya
Estimasi Harga Baru & Perbandingan Kenaikan (Dalam USD dan Rupiah)
iPhone 18 Pro (Varian Dasar):
Prediksi Harga: US$1.249 – US$1.299 (sekitar Rp22 juta – Rp22,9 jutaan).
Kenaikan: Naik sekitar US$150 – US$200 (setara Rp2,64 juta – Rp3,52 jutaan) dibanding harga awal iPhone 17 Pro yang dibanderol US$1.099.
Baca Juga: iPhone 18 Dirilis, Ini Perkiraan Harga dan Spesifikasinya
iPhone 18 Pro Max (Varian Dasar):
Prediksi Harga: US$1.349 – US$1.399 (sekitar Rp23,8 juta – Rp24,7 jutaan).
Kenaikan: Naik sekitar US$150 – US$200 (setara Rp2,64 juta – Rp3,52 jutaan) dibanding harga awal iPhone 17 Pro Max yang dipasarkan US$1.199.
Analisis Penyebab: Lonjakan Biaya Produksi (BOM) & Solusi Rantai Pasok
Peningkatan BOM 38%: Mengutip laporan MacRumors dan TrendForce, Bill of Materials (BOM) untuk unit iPhone 18 Pro varian 256GB membengkak sekitar 38% dibandingkan iPhone 17 Pro pada kapasitas memori yang sama.
Porsi Biaya Memori Melonjak 4 Kali Lipat: Apple dilaporkan harus membayar biaya komponen memori hingga empat kali lebih mahal dibanding tahun sebelumnya. Memori kini menyumbang porsi hingga ~34% dari total biaya komponen unit.
Strategi Mitigasi Apple: Untuk mencegah harga jual ritel melonjak terlalu ekstrem, Apple dikabarkan berupaya menekan harga beli dari pemasok komponen non-memori lainnya serta siap mengorbankan sebagian margin keuntungan bersih perusahaan. (*)
Editor : Support