Sosok Balqies Iqa seorang Majorette yang Gigih Latih Stamina agar Tongkat Tak Jatuh Saat Perform

Andre Faidhil Falah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:51 WIB
Balqies Iqa. (DOK. PRIBADI)
Balqies Iqa. (DOK. PRIBADI)

PATI – Di balik penampilan anggun seorang majorette, tersimpan latihan fisik yang tidak ringan.

Itulah yang dijalani Balqies Iqa, siswi SMAN 1 Pati yang dipercaya memimpin parade bersama Groovy Drum Corps.

Bagi remaja berusia 17 tahun itu, menjadi majorette bukan sekadar berjalan di barisan paling depan sambil membawa tongkat.

Ia harus memiliki stamina yang prima agar tetap tampil maksimal sepanjang pertunjukan.

Baca Juga: Melihat Perjalanan Sosok Dewi Adi Astuti asal Grobogan di Puteri Kebaya Indonesia 2026: Konstribusi Pelestarian Budaya

Menurut Balqies, menjaga kondisi fisik menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi setiap kali tampil. 

Seorang majorette dituntut tetap bugar meski harus berjalan cukup jauh, bergerak aktif, hingga tampil di bawah terik matahari maupun hujan.

"Kalau tantangan terbesar menurut saya ada di stamina. Harus siap capek, pegal, bahkan kadang mengalami cedera ringan. Yang paling penting juga jangan sampai tongkat jatuh saat tampil," ujarnya.

Selain stamina, konsentrasi juga menjadi kunci.

Balqies harus tetap terlihat elegan sembari memainkan tongkat dengan berbagai atraksi lempar dan tangkap di hadapan penonton.

"Harus tetap terlihat elegan sambil memainkan tongkat, melempar, lalu menangkapnya lagi. Itu yang harus terus dijaga selama tampil," katanya.

Perjalanan Balqies menjadi majorette bermula secara tidak terduga.

Saat mengikuti seleksi catwalk Duta Budaya, ia didatangi Manajer Groovy Drum Corps yang menawarkan kesempatan bergabung sebagai majorette.

Balqies dinilai memiliki postur tubuh yang tinggi serta rasa percaya diri yang baik saat tampil di depan umum.

Saat itu, ia bahkan mengenakan sepatu hak setinggi 15 sentimeter yang semakin menunjang penampilannya.

"Waktu itu saya sedang mengikuti seleksi catwalk Duta Budaya. Setelah itu Manajer Groovy menghampiri dan mengajak saya bergabung. Katanya saya dinilai punya postur yang tinggi dan percaya diri saat tampil, apalagi waktu itu saya memakai heels 15 sentimeter," tuturnya.

Sejak bergabung, Balqies sudah lima kali dipercaya memimpin jalannya karnaval sebagai majorette.

Untuk menjaga performa, ia rutin berlatih setiap sore, terutama menjelang penampilan.

Selain mempelajari koreografi bersama para senior, Balqies juga menjalani latihan fisik secara mandiri di rumah.

Lari dan push up menjadi menu latihan yang rutin dilakukan demi menjaga daya tahan tubuh.

"Kalau latihan dengan senior lebih banyak mempelajari gerakan baru. Untuk menjaga stamina, saya latihan sendiri di rumah seperti lari dan push up," ungkapnya.

Bagi Balqies, menjadi majorette merupakan wadah untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

Ia berharap dapat selalu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama tim drum corps yang dibelanya dalam setiap kesempatan. (adr)

Editor : Abdul Rochim
Balqies Iqa majorette Pati Groovy Drum Corps majorette karnaval SMAN 1 Pati