RADAR PATI - Farida Nur Choliffah, lulusan MA Al-Azhar Sale, Rembang, membuktikan bahwa dunia kedokteran tidak hanya milik kalangan berada.
Putri pasangan buruh tani itu berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kisah gadis yang akrab disapa Olif itu menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
Putri pasangan Darsuki dan Marfuah tersebut lahir dan besar di Desa Wonokerto RT 1 RW 3, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.
Baca Juga: SOSOK Aileen Anindya Padukan Teknologi dan Pariwisata untuk Promosikan Blora
Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Di tengah keterbatasan, kedua orang tuanya terus memperjuangkan pendidikan anaknya. Bahkan sang ayah tetap bekerja meski kondisi kesehatannya kerap menurun.
“Beliau sakit-sakitan. Kadang kuat bekerja, kadang tidak. Tapi bapak tetap berusaha agar saya bisa terus sekolah,” ujar Olif.
Olif merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak perempuannya sudah menikah, sedangkan dirinya tinggal bersama kedua orang tua hingga lulus sekolah.
Perjalanan pendidikan Olif dimulai dari MIN 2 Rembang di Sale, kemudian melanjutkan ke MTs Riyadlotut Thalabah Sidorejo Sedan, dan MA Al-Azhar Sale.
Selama sekolah, Olif dikenal aktif dan berprestasi. Ia pernah menjadi anggota OSIS, Pramuka, hingga aktif di organisasi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Di bidang akademik, prestasinya cukup menonjol. Sejak kelas X hingga XII, Olif selalu berada di peringkat atas kelas dan berhasil mengoleksi berbagai penghargaan akademik.
Beberapa di antaranya medali perak Olimpiade Matematika National Best Education Olympiad, medali perak Pendidikan Agama Islam National Genius Student Olympiad, medali perunggu Biologi Science and Language Competition, serta juara IV Biologi Kompetisi Sains Madrasah.
Setelah lulus MA, Olif kembali meraih medali emas untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Awalnya, Olif tidak pernah membayangkan bisa masuk fakultas kedokteran. Saat pendaftaran SNBP dan SPAN-PTKIN dibuka, ia hanya berencana memilih jurusan yang dianggap lebih realistis dengan kondisi ekonomi keluarga, seperti Keperawatan atau Gizi.
Baca Juga: Rembang Targetkan 4.395 Produk Bersertifikat Halal pada 2027
Namun kejadian tak terduga justru mengubah jalan hidupnya.
Saat proses finalisasi pendaftaran SNBP, handphone miliknya mendadak error. Tombol pada layar tidak berfungsi dan membuatnya panik. Setelah beberapa saat, tombol finalisasi kembali muncul.
Karena takut terjadi gangguan lagi, Olif langsung menekan tombol finalisasi tanpa mengecek ulang pilihan jurusan yang telah diisi sebelumnya.
Usai proses selesai, ia baru menyadari bahwa program studi yang terpilih justru Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang.
“Saya kaget sekali. Awalnya merasa pasti tidak akan lolos karena melihat kondisi ekonomi keluarga,” katanya.
Namun di luar dugaan, pada pengumuman SNBP 31 Maret 2026, Olif dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran UIN Walisongo.
Kabar tersebut membuat Olif dan kedua orang tuanya menangis haru. Di balik rasa bangga, muncul pula kegelisahan memikirkan biaya kuliah dan uang kuliah tunggal (UKT).
Olif sempat bimbang untuk melanjutkan kuliah. Namun dukungan dari kepala madrasah, guru, dan teman-temannya membuat ia mantap mengambil kesempatan tersebut.
Pihak sekolah kemudian membantu mengajukan keringanan UKT. Berbagai dukungan juga datang dari banyak pihak, mulai dari madrasah, Kementerian Agama, pihak kampus, rumah sakit, hingga sejumlah dokter di Semarang.
Bahkan Baznas Rembang telah melakukan survei untuk membantu pengajuan beasiswa pendidikan bagi Olif.
“Saya ingin menjadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk membahagiakan orang tua dan mengubah keadaan keluarga saya di masa depan,” ungkapnya penuh semangat.
Beberapa waktu lalu, Olif berangkat ke Semarang untuk mengurus berbagai keperluan kampus. Untuk pertama kalinya, ia naik bus menuju ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Perjalanan itu didampingi Kepala MA Al-Azhar Sale, Sri Wati.
“Saya ke Semarang didampingi Bu Sri Wati. Ini pengalaman pertama saya naik bus. Kemarin juga ada tes psikometri,” terang perempuan kelahiran Rembang, 25 Februari 2008 itu.
Saat ini seluruh proses administrasi telah selesai. Jika sesuai jadwal, Olif akan mulai masuk kuliah pada 25 Agustus 2026 mendatang.
Sambil menunggu perkuliahan dimulai, ia memanfaatkan waktu di rumah untuk belajar mandiri melalui buku, internet, hingga media sosial seperti TikTok.
Kepala MA Al-Azhar Sale, Sri Wati, mengatakan Olif merupakan sosok siswa yang cerdas, rajin, dan memiliki minat besar di bidang Biologi.
“Ini adalah buah kesabaran orang tua dan perjuangan Olif. Allah telah menjawab doa-doanya,” katanya.
Sri Wati menegaskan, MA Al-Azhar berkomitmen mencetak generasi religius, humanis, dan mampu mengangkat derajat keluarga melalui pendidikan. (noe/him)
Editor : Abdul Rochim