Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SOSOK Nuryuana Dwi Wulandari Asal Grobogan, Dari Fomo jadi Hobi Sehat

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 24 Mei 2026 | 13:08 WIB
Nuryuana Dwi Wulandari
Nuryuana Dwi Wulandari

RADAR PATI- Tren lari yang sempat dianggap sekadar “fomo” ternyata membawa perubahan besar bagi Nuryuana Dwi Wulandari. 

Perempuan yang akrab disapa Yuana itu kini justru menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus cara menjaga semangat di tengah rutinitas mengajar.

Alumni S-2 Jurusan Pendidikan Sejarah kelahiran Grobogan, 18 September 1996 itu mengaku awalnya sama sekali tidak terpikir ikut event lari. 

Semua bermula pada 2024 saat dirinya rutin jalan pagi di Lapangan Ahmad Zaini, Jogja.

“Dulu awalnya cuma jalan pagi biasa, 10 putaran. Karena jadwal ngajar jam pertama terus pindah jadi sore. Nah, pas sore itu banyak anak muda seumuran pada lari, akhirnya ikutan juga,” ujarnya sambil tertawa.

Awalnya Yuana hanya kuat berlari sekitar 2 kilometer. Namun perlahan jaraknya bertambah seiring tubuhnya mulai terbiasa.

Dari sekadar ikut-ikutan, lama-lama ia mulai menikmati sensasi berlari.

Menurutnya, suasana lapangan yang semakin ramai membuat dirinya mencoba rute baru di jalan raya pada pertengahan 2025.

Meski sadar tidak sepenuhnya aman, Yuana merasa jalur jalan raya di Jogja lebih nyaman karena permukaannya rata.

Di tengah rutinitas lari itu, pengalaman kurang menyenangkan sempat membuatnya berhenti cukup lama.

Yuana  mengaku pernah mengalami cat calling saat berlari sehingga membuatnya trauma.

“Jujur sempat takut dan gak lari lumayan lama. Tapi akhirnya aku ganti rute dan pelan-pelan mulai lagi,” katanya.

Perjalanan Yuana masuk dunia event lari juga terbilang unik. Ia mengaku awalnya hanya menemani sang kakak mengikuti event. 

Namun isi race pack yang melimpah justru membuatnya penasaran ingin ikut merasakan sendiri.

“Lihat race pack isinya banyak banget, kaosnya bagus, terus banyak bonus. Dari situ kepikiran pengen ikut juga,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Yuana mulai rajin berburu tiket event lari besar. Meski beberapa kali gagal saat war tiket, akhirnya ia berhasil mendapat slot di Malioboro Run yang menjadi pengalaman race besar pertamanya.

“Seneng banget waktu itu. Race pack banyak, kausnya bagus, terus dapat foto gratis juga,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Yuana kembali ikut Purwokerto Half Marathon 2026 kategori 5K.

Meski harus menghadapi tanjakan yang menurutnya “pedih banget”, pengalaman tersebut justru membuatnya makin ketagihan.

“Capek iya, tapi puas. Race pack-nya banyak, voucher banyak, medalinya bagus, bajunya bagus, foto juga banyak. Jadi rasanya bayar event tuh gak rugi,” katanya.

Selain demi kesehatan, Yuana mengaku salah satu penyemangatnya ikut lari adalah dokumentasi foto.

Bahkan, dalam setahun terakhir, ia rutin mencari tempat lari yang menyediakan fotografer event.

“Aku semangat lari juga kalau ada yang fotoin,” candanya.

Kini, di usianya yang mendekati 30 tahun, Yuana merasa tubuhnya jauh lebih bugar dibanding sebelumnya.

Meski awalnya hanya terbawa tren, ia justru menemukan kebiasaan sehat yang membuat hidupnya lebih berenergi.

“Yang pasti menjelang 30 tahun gak jompo-jompo banget sih badan,” pungkasnya sambil tertawa. (int)

Editor : Admin
#lari #jogja #inspirashe #grobogan #Sosok