
Vallen Maharani, gadis asal Pati jadi lulusan terbaik Wisuda ke-128 Universitas Diponegoro pada 2026. IPK sempurna 4,00. Kunci belajarnya konsisten membuat catatan kecil setiap kuliah.
OLEH : Achmad Ulil Albab, Pati
AURA Bahagia terpancar dari gadis bernama lengkap Vallen Maharani ini. Gadis kelahiran Pati, 12 September 2003 ini lega, sudah menyelesaikan studi S-1 Hukum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Vallen sedang menikmati sore di rumahnya di gang V Kaborongan Kelurahan Pati Lor, di tangannya terselip sebuah buku binder tebal yang penuh dengan tulisan tangan.
Vallen membaca lembar demi lembar catatan itu, mengingatkannya pada masa – masa perkuliahan.
Saat ini Vallen telah lulus kuliah, Vallen Angkatan tahun 2022. Ia berhasil meraih predikat lulusan terbaik pada Wisuda ke-128 Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2026.
Prosesi wisuda yang digelar pada 29 April 2026 di Gedung Muladi Dome, Tembalang, Semarang tersebut menjadi momen membanggakan bagi Vallen setelah ia menorehkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00.
Selama menempuh pendidikan di Undip, ia aktif dalam berbagai organisasi baik di dalam maupun luar kampus.
“Pada semester 2 hingga 5, Vallen tergabung dalam Senat Mahasiswa Undip. Kemudian, pada semester 6 hingga 8, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Hukum Perdata. Selain itu di luar kampus ia juga bergabung dalam organisasi Kompi, sebuah perkumpulan mahasiswa asal Pati,” ungkap gadis yang gemar membaca novel dengan genre misteri tersebut.
Ketertarikan Vallen pada dunia hukum berawal dari latar belakang keluarganya yang bergerak di bidang properti. Ia mengaku sering berinteraksi dengan notaris serta menemui berbagai persoalan terkait hukum agraria. Pengalaman tersebut memunculkan minatnya untuk mempelajari hukum secara lebih mendalam.
Di balik capaian akademiknya yang gemilang, Vallen memiliki metode belajar yang konsisten dan disiplin.
Ia mengungkapkan bahwa selama kuliah selalu membuat catatan pribadi dengan menuliskan poin-poin penting dari penjelasan dosen, baik yang disampaikan secara lisan maupun melalui materi presentasi.
Dalam satu pertemuan, bisa menulis hingga dua sampai tiga halaman catatan pada buku binder berukuran setengah kertas F4.
“Kebiasaan mencatat ini sudah saya lakukan sejak SD. Menurut saya, setiap orang punya cara belajar masing-masing, dan ini yang paling efektif untuk saya,” lanjut anak kedua dari empat bersaudara tersebut.
Selain itu, Vallen juga memberikan tanda-tanda khusus dalam catatannya untuk mempermudah mengingat materi.
Baca Juga: SUBHANALLAH! Sosok Buruh Pasar Kliwon Kudus Ini Menabung selama 13 Tahun untuk Beribadah Haji
“Suka dan lebih enak aja membuat catatan dengan tulisan tangan, juga mudah untuk diberi tanda. Tidak seperti menulis di laptop,” kata Vallen.
Ia mengaku hampir menyukai seluruh mata kuliah yang dipelajari selama kuliah karena merasa semuanya menarik dan menambah wawasan. Terutama kajian hukum internasional seperti kasus ekstradisi.
Kesuksesan Vallen tidak terlepas dari dukungan kuat keluarga, lingkungan pertemanan, serta organisasi yang turut mendorong semangat belajarnya. Ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan aktif mengembangkan diri di luar ruang kelas.
Vallen kerap berkolaborasi dengan dosen dalam kegiatan penelitian, penulisan paper, hingga seminar.
“Berbagai kesempatan tersebut sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan diri sekaligus memperluas jaringan relasi,” papar putri dari pasangan Andi Thamrin dan Didin Dwi Dharmayanti ini.
Prestasi yang diraih Vallen Maharani menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan dukungan lingkungan mampu mengantarkan seseorang meraih hasil terbaik dalam dunia akademik. (*/him)