Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

MENGAGUMKAN! Sosok asal Jepara Ini Pernah Alami Suara Hilang Sebelum Lomba, Malah Sabet Juara Pertama

Abdul Rochim • Kamis, 30 April 2026 | 13:10 WIB
Khansa Aprillia Novianny. (Doc. Pribadi)
Khansa Aprillia Novianny. (Doc. Pribadi)

RADAR PATI - Tak semua perjalanan dimulai dari kondisi yang sempurna. Terkadang, seseorang justru memulai langkah dari keraguan, keterbatasan, bahkan rasa tidak siap. 

Namun dari situ pula lahir kisah-kisah yang menginspirasi, tentang keberanian yang tumbuh di tengah ketidaksempurnaan.

Hal itu dialami Khansa Aprillia Novianny, siswi SMKN 3 Jepara asal Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, yang berhasil meraih juara pertama dalam lomba baca fragmen surat Kartini, meski sempat kehilangan suara tiga hari sebelum perlombaan pada Rabu (15/4).

Baca Juga: SUBHANALLAH! Sosok Buruh Pasar Kliwon Kudus Ini Menabung selama 13 Tahun untuk Beribadah Haji

Di tengah kondisi tersebut, Khansa tidak menyerah. Ia tetap berlatih meski tanpa panggung, tanpa pelatih, dan tanpa penonton. 

Hanya bermodal ruang kecil, cermin, dan tekad yang kuat, ia mengulang kata demi kata, memperbaiki intonasi, menjaga artikulasi, hingga menemukan ritme yang tepat.

Di depan cermin itu, ia bukan hanya melatih suara, tetapi juga menumbuhkan keyakinan diri.

Kesunyian justru menjadi ruang bagi Khansa untuk membangun keberanian dari dalam dirinya sendiri.

Sehari sebelum tampil, Khansa menonton film Kartini untuk lebih memahami sosok Raden Ajeng Kartini dan emosi yang terkandung dalam surat yang akan dibacakannya.

Baginya, membacakan sebuah karya bukan sekadar melafalkan kata, tetapi juga menyampaikan jiwa dari setiap kalimat.

Ia memilih membacakan fragmen surat Kartini kepada Stella, tertanggal 28 Agustus 1899.

Dalam surat tersebut, Kartini menentang adat Jawa yang mengekang perempuan dan menyerukan kebebasan, kesetaraan, serta persaudaraan.

Perempuan kelahiran 2 April 2010 itu tampil sederhana namun penuh penghayatan. Dengan tenang, ia membuka penampilan, memberi hormat, lalu duduk dan mulai membaca. 

Selama delapan menit di atas panggung, Khansa menghadirkan makna dari setiap kata yang ia ucapkan.

Meski sempat merasa grogi dan minder saat melihat peserta lain yang tampak lebih percaya diri, ia memilih tetap fokus dan tidak berusaha menjadi orang lain.

Ia hanya ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Momen paling mengejutkan datang saat pengumuman pemenang.

Khansa yang merasa usahanya belum cukup bahkan sudah bersiap pulang setelah nama juara tiga dan dua diumumkan tanpa menyebut dirinya.

Namun tak disangka, namanya justru dipanggil sebagai juara pertama.

“Waktu itu sudah mau pulang, karena yang dipanggil juara 3 dan 2 bukan nama saya. Saya pikir saya tidak dapat juara, ternyata malah dapat juara pertama,” ujarnya.

Bagi Khansa, kemenangan ini bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga perjalanan mengenal sosok Kartini lebih dalam.

Ia bahkan menyempatkan diri mengunjungi museum dan kamar pingit Kartini untuk merasakan langsung jejak kehidupannya.

“Saya sendiri juga masuk ke museum, ke kamar pingit. Merasakan jejak-jejak kehidupan di dalamnya. Kemenangan yang saya dapat ini justru membuat semakin mengenal sosok Kartini, lewat kata-kata dan cerita,” pungkasnya. (fik)

Editor : Abdul Rochim
#Khansa Aprillia Novianny #jepara #SMKN 3 Jepara