Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Salah Satunya Adiknya Bellinda Birton, Sekawanan Siswa Madrasah dari Kudus Ini Sukses Raih Medali Emas Ajang Kompetisi Riset Indonesia

Abdul Rochim • Kamis, 23 April 2026 | 00:27 WIB

MEMBANGGAKAN: Tim dari MAN 2 Kudus yang meraih medali emas di Indonesian Student Research Competition 2026. (MAN 2 KUDUS UNTUK RADAR PATI)
MEMBANGGAKAN: Tim dari MAN 2 Kudus yang meraih medali emas di Indonesian Student Research Competition 2026. (MAN 2 KUDUS UNTUK RADAR PATI)

Oleh : ANDIKA TRISNA SAPUTRA, Kudus

DI panggung Indonesian Student Research Competition 2026 di Bandung, prestasi kembali ditorehkan MAN 2 Kudus.

Medali emas pada Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (BISH) bukan sekadar kemenangan, tetapi penegasan bahwa riset pelajar bisa menyentuh persoalan nyata.

Baca Juga: Perencana hingga Pelaksana Dapat Sanksi Dampak Robohnya Atap Kelurahan Mlatinorowito Kudus

Termasuk soal limbah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kompetisi yang digelar Indonesia Scientific Society di De Java Hotel pada 17-19 April lalu ini, mempertemukan ratusan tim terbaik dari seluruh Indonesia.

Dari lebih 700 pendaftar, hanya puluhan tim di tiap bidang yang berhasil melaju ke babak final.

Menjadikan setiap presentasi sebagai pertarungan ide dan data. Tim MAN 2 Kudus datang dengan pendekatan berbeda. 

Mereka mengangkat penelitian berjudul ”Limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Indikator Implementasi Kebijakan: Analisis Partisipasi dan Perilaku Konsumsi Siswa”.

Isu yang tampak sederhana, yaitu sisa makanan yang diolah menjadi indikator penting untuk membaca keberhasilan sebuah program pemerintah.

Empat siswi, Hanisa Cahya Zilarisna, Aqila Ditahayu, Keisha Azalia Bellini Birton (adik Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton), dan Nabeela Cikal Samara menyusun riset ini dengan ketelitian tinggi.

Mereka tak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menafsirkan perilaku konsumsi siswa dan tingkat partisipasi dalam program MBG.

Hasilnya, limbah makanan diposisikan sebagai cermin efektivitas kebijakan.

Penampilan mereka di hadapan juri berlangsung meyakinkan. Argumen disusun runtut, data disajikan kuat, dan analisis kebijakan disampaikan tajam.

Bahkan saat tampil di urutan terakhir, tim ini mampu mengubah tekanan menjadi momentum. Menghadirkan presentasi yang justru paling diingat.

Respons audiens menjadi bukti. Tepuk tangan meriah hingga standing ovation mengiringi akhir presentasi mereka. 

Dewan juri yang terdiri dari akademisi, seperti Chaerul Rochman, Hendra Gunawan, Fenny M. Dwivany, dan Rajesri Govindaraju pun memberikan apresiasi tinggi, terhadap keberanian tema dan kedalaman analisis mereka.

Baca Juga: PASAR MURAH! Gas Melon Rp 18 Ribu, Minyak Goreng Rp 15 Ribu 

Di balik keberhasilan ini, peran pembimbing Muhammad Najih Irfani menjadi kunci.

Pendekatan lintas disiplin yng ia terapkan, mendorong siswa tidak hanya berpikir teknis, tetapi juga memahami konteks sosial dari sebuah kebijakan.

Medali emas ini, menjadi yang kedua secara berturut-turut bagi MAN 2 Kudus di bidang yang sama.

Namun lebih dari itu, kemenangan ini membawa pesan kuat, program sebesar MBG tidak hanya diukur dari distribusi, tetapi juga dari bagaimana makanan itu dikonsumsi atau justru terbuang.

Siswa MAN 2 Kudus ini, menunjukkan bahwa riset bisa menjadi suara kritis yang konstruktif.

Bahwa di balik sisa makanan, ada cerita tentang perilaku, kebijakan, dan masa depan yang perlu diperbaiki bersama. (*/lin)

Editor : Abdul Rochim
#prestasi pelajar #Indonesian Student Research Competition #man 2 kudus #Mbg #Bellinda Birton