REMBANG – Sosok Agustina menjadi gambaran perempuan multitalenta yang mampu memadukan kekuatan budaya tradisional dengan sentuhan modern.
Di tengah aktivitasnya, ia tampil percaya diri baik sebagai penari barongsai yang energik maupun saat melangkah anggun di atas panggung peragaan busana.
Perempuan kelahiran 17 Agustus 1988 ini dikenal sebagai penari naga (barongsai) yang tangguh.
Baca Juga: Kemarau Diprediksi Hingga November 2026, BPBD Rembang Siapkan Mitigasi Kekeringan
Tak hanya itu, ia juga mahir membawakan tarian tradisional khas daerah. Kini, bersama rekan kerjanya, ia tengah memperluas kemampuan dengan belajar fashion show.
Kemampuan beradaptasinya terlihat jelas. Dari gerakan dinamis saat menari, Agustina mampu bertransformasi menjadi model yang anggun di atas catwalk, membawakan busana batik dengan penuh percaya diri.
“Setiap kali ada acara mengisi. Membantu membersamai,” kata Agustina kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Di tempat kerjanya, ia dikenal sebagai karyawan multitalenta.
Selain tampil di berbagai acara, Agustina juga piawai memasak kuliner tradisional dan mendampingi tamu yang ingin menikmati kekayaan kuliner di Lasem, yang dikenal sebagai Kota Pusaka.
Ia bekerja di pusat belanja dan bisnis terbesar di Kabupaten Rembang, sekaligus berperan dalam mendukung berbagai kegiatan perusahaan.
“Sejak lulus kuliah SMA saya belajar di sini. Selain belajar teknologi, di sini (Laut Bonang Lasem, red) juga memasarkan,” ungkapnya.
Agustina juga memiliki kemampuan memainkan liang-liong beserta alat musik pengiringnya.
Namun, ia menyebutkan saat ini jumlah perempuan yang terlibat dalam kegiatan tersebut semakin berkurang dan didominasi oleh laki-laki.
Berbagai pengalaman menarik telah ia rasakan selama bekerja, termasuk kini menjajal dunia fashion show.
Hal ini sejalan dengan upaya mendukung Rembang sebagai kota fashion. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Tidak hanya produk saja yang kita jual. Tapi juga memeragakan atau memamerkan baju yang kita jual dengan cara berjalan di atas catwalk,” imbuhnya.
Saat ini, ia bersama rekan-rekannya masih dalam tahap latihan fashion show dengan menghadirkan pelatih berkompeten guna meningkatkan kepercayaan diri.
Latihan perdana dimulai pada April 2026, sementara penampilan akan disesuaikan dengan agenda event yang ada.
Sejak bergabung pada 2007, Agustina mengaku senang bisa terus berkembang dan mendapatkan berbagai pengalaman baru.
Terlebih saat momen Hari Kartini, ia biasanya sibuk memasarkan busana batik untuk anak-anak.
“Kalau menyemarakan Hari Kartini biasanya April-an sibuk memamerkan baju anak-anak, karena saya marketing. Biasanya anak TK maupun SD mencari baju-baju batik,” pungkasnya.
Kisah Agustina menjadi bukti bahwa perempuan mampu beradaptasi di berbagai bidang, dari pelestarian budaya hingga mengikuti tren modern.
Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang menjadikannya inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda di Rembang.
Editor : Abdul Rochim