Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lebih Dekat dengan Dewi Adi Astuti Asal Pati, Winner Puteri Kebaya Jateng 2026

Intan Maylani • Rabu, 8 April 2026 | 14:57 WIB
Dok. Dewi Adi Astuti
Dok. Dewi Adi Astuti
PATI – Perjuangan Dewi Adi Astuti patut jadi inspirasi. Gadis asal Pati, Jawa Tengah ini berhasil meraih gelar Winner Puteri Kebaya Jawa Tengah 2026, meski awalnya sempat merasa tidak percaya diri.

Alumni SMAN 1 Pati ini kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) Semarang, jurusan Hukum semester 4.

Di luar dunia akademik, Dewi dikenal aktif dan punya jiwa kepemimpinan. Ia tercatat sebagai pendiri UKM Kesenian di kampus, sekaligus menjadi Founder Suara Mental Sehat Community, komunitas yang bergerak dalam kampanye kesehatan mental.

Namun di balik sederet aktivitasnya, Dewi mengaku awalnya tidak pernah membayangkan bisa berdiri di panggung pageant sebesar Puteri Kebaya.

“Aku itu awalnya bener-bener nggak percaya diri buat ikut Puteri Kebaya Jawa Tengah. Soalnya aku belum punya pengalaman di dunia pageant,” ungkap Dewi.

Ia bercerita, sebelumnya dirinya memang sering mengikuti event modeling foto dan beberapa kali meraih juara. Tapi dunia pageant terasa berbeda.

Lebih menantang, lebih tegang, dan penuh tekanan.
Ketertarikan Dewi muncul setelah melihat sosok alumni Puteri Kebaya Jateng 2025 yang kebetulan satu kampus dengannya. Dari rasa kagum, lahirlah tekad untuk mencoba.

Namun saat audisi berlangsung, Dewi justru merasa penampilannya jauh dari kata sempurna.

“Aku sempet keseleo, sempet belibet ngomong di atas panggung. Rasanya kaget banget, ternyata audisi pageant itu se-intense ini,” katanya.

Sepulang audisi, Dewi mengaku menangis. Bukan karena kalah, tetapi karena merasa dirinya belum cukup baik.

Namun hidup sering kali memberi kejutan di saat seseorang hampir menyerah.

Beberapa hari setelah audisi, Dewi justru dinyatakan lolos ke grand final.

“Aku kaget banget. Aku sampai nggak percaya. Aku merasa ini jawaban dari doa-doa aku,” ucapnya.

Sejak saat itu, Dewi mulai memacu dirinya habis-habisan. Ia memilih menyiapkan semuanya dengan cara mandiri. Tidak mengikuti kelas catwalk atau pelatihan pageant khusus, Dewi justru belajar dari berbagai sumber.

Mulai dari menonton video public speaking, latihan catwalk, mempelajari wawasan tentang kebaya, hingga membangun branding lewat media sosial.

“Aku benar-benar prepare sendiri. Aku belajar pelan-pelan, tapi konsisten. Pokoknya aku mau datang ke grand final dengan versi terbaik dari diriku,” ujarnya.

Tak hanya usaha lahiriah, Dewi juga menekankan bahwa kekuatan terbesar yang membuatnya bertahan adalah doa.

“Aku bener-bener jalani jalur langit. Aku doa terus, karena aku percaya kalau aku serius, pasti ada jalan,” katanya.

Grand final Puteri Kebaya Jawa Tengah digelar pada Januari 2026. Saat itu Dewi datang bukan lagi sebagai perempuan yang ragu-ragu, melainkan sosok yang sudah jauh lebih siap.

Ia mengaku penampilannya di panggung sangat berbeda dibanding saat audisi.

“Aku ngerasa lebih enjoy. Catwalk aku bisa lepas, public speaking juga lebih tenang. Aku benar-benar menikmati panggungnya,” tutur Dewi.

Hasilnya pun tak main-main. Dewi melaju hingga Top 5, lalu menembus Top 3, hingga akhirnya namanya diumumkan sebagai Winner Puteri Kebaya Jawa Tengah 2026.

Momen itu menjadi puncak perjuangan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Rasanya campur aduk. Seneng, kaget, bangga. Aku sampai sekarang masih nggak nyangka,” ungkapnya.

Kini setelah mahkota berhasil diraih, Dewi tak ingin berhenti sampai di situ.

Ia sedang fokus mempersiapkan diri untuk membawa nama Pati dan Jawa Tengah menuju ajang nasional sebagai perwakilan Jawa Tengah 1. (int)

Editor : Admin
#pati #grobogan #Sosok