Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lebih Dekat dengan Sosok Dian Novi, Perajin Berbahan Baku Limbah Asal Pati: Produknya Diminati hingga Dubai

Abdul Rochim • Jumat, 3 April 2026 | 07:00 WIB


KREATIF: Dian Novi menunjukkan salah satu karyanya berbahan limbah. (DOK PRIBADI)
KREATIF: Dian Novi menunjukkan salah satu karyanya berbahan limbah. (DOK PRIBADI)

Berawal dari pemanfaatan kain perca yang kerap terbuang, seorang perajin asal Kabupaten Pati, Dian Noviana berhasil mengembangkan usaha Marva Handycraft.

Awalnya, usaha itu tak begitu direspon suami. Namun semakin banyaknya penjualan, akhirnya mendapat dukungan.

OLEH : Andre Faidhil Falah, Pati

Baca Juga: Kasus Campak di Pati Mencuat: Dinkes Tetapkan Status KLB, Segini Jumlah Kasusnya

DI rumah sederhana di Jalan Jiwonolo, Nomor 23, Kabupaten Pati, selembar spanduk bertuliskan Gallery Marva Handycraftterpasang di bagian depan.

Dari luar, bangunan itu terlihat seperti rumah biasa. Namun, di sisi sampingnya tersimpan beragam produk kerajinan tangan yang tertata rapi. Di dalam galeri kecil itu, seorang perempuan tampak sibuk merapikan deretan tas hasil karyanya. Ia Dian Noviana, sosok di balik berdirinya Marva Handycraft sejak 2015 lalu.

Perjalanan Dian dalam menekuni dunia kerajinan tidak datang begitu saja. Semua berawal dari aktivitas sang suami yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pati dan kerap membuat baju batik.

Dari situlah, Dian melihat banyak sisa kain perca yang terbuang percuma. Ia pun tergerak untuk mengolah limbah kain tersebut, menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Dengan bekal mesin jahit dan mesin bordir yang dimiliki, Dian mulai bereksperimen. Kain perca dipadukan dengan bahan kain jins. Lalu diberi sentuhan bordir hingga menjadi tas-tas unik yang memiliki nilai estetika tinggi. Dari tangan kreatifnya, limbah kain pun berubah menjadi produk bernilai jual.

Awalnya, langkah Dian tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari sang suami. Namun seiring waktu, minat masyarakat terhadap produk buatannya terus meningkat. Melihat peluang tersebut, sang suami akhirnya memberikan restu untuk mengembangkan kerajinan itu, menjadi sebuah usaha yang lebih serius.

Keunikan produk Marva Handycraft terletak pada sentuhan batik khas Pati yang dipadukan dengan bahan modern, seperti jins dan bordir. Kombinasi tersebut, menjadikan produknya memiliki ciri khas tersendiri. Hingga dipercaya menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Bahkan, sejak awal berdirinya Plaza Pragola, Dian sudah memasarkan produknya di sana dan turut dipercaya menjadi bagian dari pengelola.

Tak hanya tas, Marva Handycraft juga memproduksi berbagai produk kerajinan lain. Mulai dari dompet, pouch, masker empat lapis, bros, tuding mengaji, kipas, hingga berbagai suvenir untuk kebutuhan pernikahan dan acara tertentu. Ragam produk ini, menunjukkan kreativitas Dian dalam mengembangkan usahanya.

Seluruh proses produksi dilakukan dari rumahnya. Namun, untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, Dian melibatkan lima orang penjahit yang bekerja dari rumah masing-masing. Ia tetap memantau kualitas produk. Sementara pelatihan biasanya dilakukan di galerinya saat ada desain baru.

Karya-karya Dian pun tak hanya dikenal di tingkat lokal. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, produknya sempat menembus pasar luar negeri melalui komunitas crafter Indonesia. Beberapa di antaranya, bahkan pernah dipasarkan hingga ke Singapura dan Dubai.

Kini, dengan puluhan jenis produk yang dimilikinya, Marva Handycraft terus berkembang dan menarik minat pelanggan dari berbagai daerah. Dari sebuah ide sederhana memanfaatkan kain perca itu, Dian Noviana berhasil membuktikan bahwa kreativitas mampu membuka peluang hingga ke pasar internasional. (*/lin)

Editor : Abdul Rochim
#kerajinan tas #pati #Handycraft #umkm #limbah