Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Profil Moh Faiq Afthoni: Perjuangan Membangun Ponpes Autis Al-Achsaniyyah Kudus

Abdul Rochim • Senin, 23 Maret 2026 | 09:12 WIB
BERJUANG: Sosok Pimpinan Ponpes Al-Achsaniyyah Moh Faiq Afthoni. (GALIH/RADAR PATI)
BERJUANG: Sosok Pimpinan Ponpes Al-Achsaniyyah Moh Faiq Afthoni. (GALIH/RADAR PATI)

 

RADAR PATI - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Achsaniyyah Kudus merupakan lembaga pendidikan Islam yang secara khusus membina santri berkebutuhan khusus, terutama autisme dan down syndrome.

Pesantren ini berfokus pada pembentukan kemandirian, peningkatan pemahaman agama, serta pengembangan bakat dan keterampilan sesuai minat masing-masing santri.

Suasana tenang tampak di lingkungan Ponpes Al-Achsaniyyah yang berlokasi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus sekitar pukul 11.00.

Baca Juga: Jenazah Michael Bambang Hartono Disemayamkan di GOR Jati Kudus, Ratusan Karyawan Beri Penghormatan Terakhir

Para santri terlihat beristirahat di kamar, sesekali menyapa dari jendela kamar yang dilengkapi pembatas.

Menjelang waktu dzuhur, para santri bersiap menunaikan salat berjamaah dengan pendampingan para pembimbing, termasuk membantu mengenakan sarung bagi santri yang membutuhkan bantuan.

Dalam kegiatan ibadah berjamaah, beberapa santri mampu membaca ayat Al-Qur’an dengan lancar dan hafal.

Sementara itu, santri yang masih memerlukan bantuan mendapatkan pendampingan intensif dari para guru. 

Saat ini, sekitar 120 santri menempuh pendidikan di Ponpes Al-Achsaniyyah yang telah berdiri sejak tahun 2007 dengan tujuan utama menciptakan santri yang mandiri dan memiliki keterampilan.

Pimpinan Ponpes Al-Achsaniyyah, Moh Faiq Afthoni, mengungkapkan bahwa pendirian pesantren ini dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap anak berkebutuhan khusus yang belum mendapatkan perhatian optimal.

Ia pernah melihat anak autis dimanfaatkan untuk mengamen, yang kemudian menguatkan tekadnya mendirikan pesantren khusus bagi anak berkebutuhan khusus.

Pada awal berdiri, jumlah santri hanya tiga orang dan proses pembelajaran dilakukan di rumah kontrakan di Desa Burikan. Seiring waktu, pesantren berkembang setelah mendapatkan dukungan donatur berupa wakaf tanah seluas 3,8 hektar di Desa Pedawang.

Menurut Faiq, pesantren ini memberikan pembekalan agar santri memiliki kemandirian serta kemampuan yang dapat dikembangkan sesuai potensi masing-masing.

Calon santri yang ingin belajar di Ponpes Al-Achsaniyyah harus melalui proses observasi untuk mengetahui karakter, kelebihan, dan kebutuhan khusus mereka, sehingga metode pendampingan dapat disesuaikan secara tepat.

Berbagai kegiatan rutin diterapkan untuk meningkatkan kemandirian dan intelektual santri, di antaranya tadarus Alqur’an, salat berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, salat tarawih, serta kegiatan pengembangan minat dan bakat seperti seni rebana dan keterampilan lainnya.

Pesantren juga memperhatikan asupan gizi santri dengan membatasi konsumsi makanan instan seperti mi, keju, dan susu tertentu.

Untuk memastikan pendampingan optimal, Ponpes Al-Achsaniyyah menyediakan 133 pendamping yang bekerja dalam tiga shift.

Melalui sistem subsidi silang, santri yatim piatu dan kurang mampu hanya dikenakan biaya pendidikan sebesar 40 persen.

Untuk mendukung operasional, pengelola pesantren juga mengembangkan berbagai usaha mandiri.

Ponpes Al-Achsaniyyah telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan santri autis. Beberapa lulusan mampu menghafal Al-Qur’an, melanjutkan pendidikan hingga S1 bahkan S2. Salah satu santri, Dino (22), mengaku senang dapat belajar agama, menghafal surat pendek, serta mengikuti berb

agai kegiatan pengembangan diri di pesantren tersebut.

 

 

Editor : Abdul Rochim
#Ponpes Al-Achsaniyyah #Moh Faiq Afthoni #pesantren autis Kudus #santri berkebutuhan khusus #pendidikan autisme #pondok pesantren inklusif #pendidikan Islam ABK #kemandirian santri #terapi autisme pesantren #pendidikan disabilitas #pesantren Kudus #santri autis Indonesia #wakaf pesantren #pendidikan khusus Islam #profil tokoh pendidikan