Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lulusan Al Azhar Berbisnis Kitab Impor Timur Tengah, Ahmad Mahmudi dari Blora Kirim hingga Malaysia dengan Harga Kompetitif

Abdul Rochim • Senin, 23 Maret 2026 | 09:06 WIB

SEMANGAT: Ahmad Mahmudi, 29 saat menunjukkan kitab yang diimpor dari Mesir dan siap dikirim ke pembeli. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
SEMANGAT: Ahmad Mahmudi, 29 saat menunjukkan kitab yang diimpor dari Mesir dan siap dikirim ke pembeli. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

RADAR PATI - Pengalaman menempuh pendidikan di Timur Tengah membuka jalan bagi Ahmad Mahmudi (29) untuk membangun usaha distribusi kitab impor.

Alumni S1 Jurusan Tafsir Al Azhar tersebut memanfaatkan relasi yang dibangun selama di Kairo untuk menghadirkan kitab-kitab penting dari Mesir dan Lebanon ke Indonesia.

Di ruang tamunya, tumpukan kitab tampak siap dikemas dan dikirim ke berbagai daerah. Kitab-kitab tersebut bukan terbitan lokal, melainkan impor langsung dari Timur Tengah.

Baca Juga: Dari Aktivis Organisasi, Syahrozi asal Blora Tekuni Dunia Jurnalistik dan Literasi

Pemesan datang dari berbagai wilayah, mulai Aceh, Lombok, hingga Malaysia. 

Banyak di antaranya merupakan kitab langka yang sebelumnya sulit ditemukan di pasar Indonesia, namun kini lebih mudah diakses oleh pesantren di Nusantara.

Mahmudi, yang juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, melihat adanya kebutuhan besar terhadap kitab-kitab referensi penting, khususnya di bidang bahasa Arab, fiqh, dan tafsir.

Menurutnya, meskipun sebagian kitab tersebut tidak masuk kurikulum formal, isinya tetap sangat penting untuk memperdalam keilmuan.

Ia mulai merintis usaha ini sejak 2018 dan resmi menjalankannya pada 2019. Berkat jaringan yang dimiliki di Kairo, proses impor kitab dari Mesir dan Lebanon menjadi lebih mudah.

Penjualannya dilakukan secara online dengan pengiriman menggunakan jasa ekspedisi ke berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.

Dalam sehari, sekitar belasan hingga 20 kitab dikirim ke pembeli. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap kitab impor di kalangan pesantren dan akademisi.

Omzet usaha Mahmudi berkisar Rp50 juta hingga Rp80 juta per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar Rp10 juta hingga Rp25 juta.

Meski demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya kenaikan pajak pada platform online shop yang berdampak pada berkurangnya margin keuntungan.

Sebelumnya, pajak berkisar 4–6 persen, namun kini nilainya meningkat. Selain itu, persaingan harga juga semakin ketat karena semakin banyak pelaku usaha yang menjual produk serupa.

Menariknya, selama bulan Ramadan, permintaan kitab impor cenderung tidak mengalami peningkatan signifikan. Hal ini karena banyak pesantren memilih menggunakan kitab lokal Nusantara.

Pada periode tersebut, Mahmudi lebih fokus menyediakan stok kitab lokal untuk pelanggan tetap, khususnya kalangan kiai muda di pesantren yang sudah menjadi langganannya.



Editor : Abdul Rochim
#Ahmad Mahmudi #kitab impor #Al Azhar #kitab Timur Tengah #impor Mesir #impor Lebanon #kitab fiqh #kitab tafsir #kitab bahasa Arab #bisnis kitab #distribusi kitab #kirim Malaysia #omzet kitab #jual kitab online #pesantren indonesia