Meski kondisi fisik terbatas, Andi Setiyoaji (30) tetap bekerja tanpa meminta belas kasihan orang. Ia sehari-hari menjadi tukang cuci alat memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klopoduwur, Blora.
ARIF FAKHRIAN KHALIM, Blora
DUDUK di depan ratusan ompreng, menggunakan penutup kepala, dan memakai celemek masak berwarna biru. Andi tampak semangat dan teliti melakukan proses pembersihan ompreng yang akan diisi menu makan bergizi gratis (MBG).
Baca Juga: Ambil Sampel Makanan di Pasar, Dinkes Blora Temukan Cumi-Cumi Kering Berformalin
Andy Setioaji, pria berusia 30 tahun itu, dengan potongan rapi tampak antusias dengan pekerjaan yang ia jalani selama 3 bulan lebih. Yaitu, sebagai tukang cuci ompreng di dapur SPPG Klopoduwur.
“Alhamdulillah sudah 3 bulan kerja di sini. Nyuci Ompreng dari siang sampai malam,” ujarnya.
Andy menjelaskan, ia bersyukur dengan adanya program MBG ini bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Terlebih, seorang difabel seperti dirinya.
“Ya walaupun saya ada kekurangan di tangan sebelah kiri, tapi, di sini saya kerja dengan profesional,” jelasnya.
Baca Juga: Jawa Tengah Optimistis Tradisi Mudik Lebaran Dorong Perputaran Ekonomi Daerah
Menurut Andy, lingkungan kerja di dapur tersebut membuat dirinya betah dan nyaman. Sehingga, ia berharap masih bisa mendedikasikan dirinya untuk program tersebut.
“Lingkungannya suportif dan gak memandang fisik seseorang,” ujarnya.
Ia akui, sebelumnya ia bekerja membantu kakaknya menjadi sales rokok. Namun, secara mendadak, ia tak bisa melanjutkan karena alasan tertentu.
Walau begitu, ia tak menyerah dengan nasib. Menurutnya, pekerjaan yang ia jalani saat ini cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya.
“Dulu nyales sembako. Sudah 7 tahun sama kakak. Lalu nganggur. Terus dapat info ada tukang cuci ompreng saya langsung lamar dan masuk. Alhamdulillah dikasih kesempatan,” jelasnya.
Sementara itu, Mitra SPPG Kelopoduwur, Andri Sanjaya, mengatakan, tak salah memilih Andy sebagai salah satu pilar penting untuk dapurnya itu. Menurutnya, semangat kerja Andy lebih bagus daripada rekan timnya yang lain.
“Saya tahu dia punya kekurangan. Tapi di balik kekurangan pasti ada kelebihan. Nah, etos kerjanya si Andy ini, jujur gak kaleng-kaleng,” terangnya.
“Dari puluhan personil di dapur, Andy ini semangatnya paling tinggi. Jadi ikon tersendiri untuk dapur kami,” ujarnya. (*/him)
Editor : Admin