Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SOSOK Muhsin Perajin Helm Airbush Blora, Pesanan Kustom Helm Tembus Eropa

Abdul Rochim • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:55 WIB

 BEKERJA: Muhsin melakukan pengecekan desain model helm permintaan kustomer Jakarta. /ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI
BEKERJA: Muhsin melakukan pengecekan desain model helm permintaan kustomer Jakarta. /ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI

RADAR PATI - Di tangan seorang pemuda yang kreatif dan mempunyai jiwa seni. Keahlian Muhsin membuat berbagai desain dari usahanya dari berbagai permintaan kustomer.

Tak hanya pasar lokal, Muhsin juga berhasil menembus pasar nasional hingga internasional dengan berusaha kustomisasi helm.
 
ARIF FAKHRIAN KHALIM, Blora

Tumpukan helm pesanan dan cat kosong memenuhi area ruang kerjanya. Tak hanya itu, berbagai kertas desain berserakan di lantai.

Usaha yang ia tekuni, memang tidak mudah dan tidak bisa ditiru banyak orang.

Ruang kerjanya yang hanya beralaskan tikar membuat Muhsin selalu bersemangat ingin mendapatkan omset yang banyak.

Muhsin menekuni usaha kustomisasi helm sejak 2015. Berawal dari rumah yang sederhana di Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora.

Muhsin seringkali menerima pesanan dari berbagai kota, tak hanya itu pesanan dari luar negeri juga ia terima.

Dengan desain sesuai permintaan, jasa helm kustom karyanya dibanderol dengan harga mulai Rp 1.500.000 tergantung kerumitan desain dan lama pengerjaanya.

“Pesanan datang dari luar kota seluruh Indonesia hingga ke luar negeri seperti Jerman, Malaysia, Filipina, dan negara lainnya. Dalam sebulan mampu membuat helm airbrush hingga 10 buah,” ungkapnya.

Dirinya menceritakan rumitnya proses pembuatan helm hingga memakan waktu yang cukup lama.

Dimulai dengan memberi warna dasar, membuat sketsa desain, mencetak desain secara manual menggunakan isolasi kertas.

Kemudian mengaplikasikan lapis demi lapis cat yang disemprotkan dengan bantuan kompresor kecil hingga jadi seperti desain yang diharapkan.

“Satu desain helm biasanya membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima hari pengerjaan. Cukup rumit, itulah kenapa sampai susah mencari teman untuk membantu. Kreativitas dan tangan terampil memang dibutuhkan untuk tipe pekerjaan seperti ini,” ujarnya.

Pada saat sebelum pandemi Covid-19, dirinya menceritakan mampu memproduksi helm airbrush hingga 20 helm dalam sebulan dibantu dua orang tenaga.

Namun kini permintaan mulai menurun selain karena pandemi juga karena pasar helm Indonesia mulai turun.

“Banyak produk pabrikan yang lebih murah,” katanya.

Malah, kata dia, jarang sekali pesanan dari dalam kota dan mungkin karena dianggap terlalu mahal. Kebanyakan dari luar kota seperti Bali, Jakarta, Surabaya, Kalimantan, malah sampai luar negeri.

“Biasanya pesanan dari sosmed, bisa dari Instagram, Facebook, Youtube, nanti pemesan transfer DP 50%, barang jadi baru kami kirim setelah dilunasi,” ungkapnya.

Bahan baku helm didatangkan dari rekanan di Surabaya, untuk bahan cat dan peralatan lain beberapa tersedia di Blora,

namun ada juga yang harus beli di luar kota melalui online. Namun bekerja tidak jauh dari keluarga memang menjadi cita citanya.

“Dengan bermodal kreativitas dan keterampilan, saya berharap mampu mencukupi kebutuhannya dari usaha yang dirintisnya ini. Bisa bekerja di rumah ditemani istri dan anak-anak sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Menyaksikan anak-anak tumbuh dan berkembang, bisa mengantarkan sekolah dan mengaji, sudah lebih dari cukup selama kita mau bersyukur,” tuturnya (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#jerman #malaysia #helm air brush #blora