RADAR PATI - Di usia yang masih sangat muda, Flonia mantap memegang posisi sebagai CEO Akademi Persib Pati.
Dia senang bisa membersamai anak – anak untuk mengejar asa menjadi pemain bola profesional di masa depan.
ACHMAD ULIL ALBAB, Pati
ANGIN berembus pelan, membelai wajah-wajah yang sedang beristirahat melepas lelah.
Tampak satu-dua anak lalu-lalang di sebuah bangunan dengan warna dominan biru itu.
Waktu menunjukkan pukul 12.00, waktunya istirahat dan makan siang hari itu.
Anak-anak keluar masuk asrama, sesekali mereka melempar senyum dan menyapa sosok gadis yang berada di depan sebuah kantor dengan pintu kaca itu.
Aura positif benar – benar terpancar dari wajah gadis bernama lengkap Flonia Sherly Nafissa Ariyanto ini.
Di kantornya yang berada di Desa Tambaharjo Kecamatan Tambakromo Pati, dia menyibukkan diri.
Memutar otak bagaiamana caranya Akademi Persib Pati tetap eksis dan membawa anak – anak didik berprestasi.
Alumni SMA Negeri 1 Kayen tahun 2025 ini dipercaya memimpin manajemen Akademi Persib Bandung cabang Pati atau Akademi Persib Pati (APP) sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Amanah itu ia terima dari sang ayah, Dwi Aryanto. Sebuah kepercayaan yang sekaligus menjadi titik balik perjalanan hidup Flonia.
Pasalnya, sebelumnya ia sama sekali tidak membayangkan akan menahkodai akademi sepak bola di usia belia.
Sejak duduk di bangku sekolah, Flonia justru memiliki mimpi lain. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan ingin menjadi seorang dokter.
Bahkan, pada tahun 2025, ia sempat diterima dalam program perguruan tinggi di Korea Selatan melalui jalur beasiswa.
“Saya mengajukan beasiswa di Korea. Untuk universitasnya, saya mendapat sekitar 13 pilihan universitas dengan rating tertinggi di sana,” tutur Flonia.
Namun, impian itu harus ia tunda. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Orang tuanya mempertimbangkan jarak yang jauh serta waktu studi yang cukup lama. Sebelum masuk seleksi berikutnya, orang tuanya melarang.
Diketahui Flonia memang gadis yang cukup pandai. Flonia pernah meraih prestasi medali emas dan Best Paper di Korea Selatan.
Lomba tersebut digelar oleh Korea University Invention Association (KUIA), Seoul, Korea Selatan. Flonia menyabet gold medal & best paper dari makalahnya yang mengangkat judul
”Tepung Singkong untuk Roti Khusus Pasien Celiac Disease”.
Di tengah dilema antara mimpi pribadi dan tanggung jawab keluarga, Flonia memilih jalan yang berbeda.
Ia memutuskan membantu ayahnya mengelola Akademi Persib Pati, sebuah sekolah sepak bola berbasis asrama yang bekerja sama dengan Persib Bandung pusat, lengkap dengan metode dan kurikulum latihan resmi dari tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Keputusan itu menjadi awal perjalanannya di dunia manajemen olahraga.
Sebagai CEO muda, Flonia memikul tanggung jawab besar dalam membina dan mengembangkan talenta sepak bola usia dini di Kabupaten Pati.
Di bawah kepemimpinannya, Akademi Persib Pati tidak hanya fokus pada kemampuan teknik bermain, tetapi juga pembentukan karakter dan mental para pemain.
“Perasaan saya sangat senang dan bangga karena bisa mengelola akademi sepak bola di usia muda,” ungkapnya.
Baginya, kesempatan ini bukan sekadar jabatan, melainkan ruang untuk tumbuh bersama para pemain muda.
“Saya bisa membersamai anak-anak untuk belajar dan tumbuh menjadi pemain profesional. Saya juga bisa mengasah kepercayaan diri, bertemu banyak orang hebat yang usianya jauh di atas saya, dan mengambil banyak hal positif,” ujarnya.
Di balik pencapaiannya, Flonia tak menampik bahwa perjalanan ini juga diwarnai tantangan.
Mengelola akademi, membangun komunikasi dengan pelatih, orang tua, hingga para pemain, bukanlah hal mudah.
Namun, ia memilih menjadikan setiap hambatan sebagai proses pembelajaran.
“Untuk suka duka pasti ada. Tapi itu bukan sesuatu yang membuat saya berhenti tumbuh. Lebih banyak sukanya daripada dukanya, karena saya bisa memperoleh pengalaman baru yang luar biasa,” katanya.
Dengan semangat muda dan dedikasi tinggi, Flonia bertekad menjadikan Akademi Persib Pati sebagai pusat pembinaan sepak bola yang melahirkan pemain-pemain berkualitas dari Bumi Mina Tani.
Ia berharap, suatu saat nanti, anak-anak binaannya mampu menembus level profesional dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Langkah Flonia menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi.
Di tengah pilihan sulit antara mengejar mimpi pribadi dan mengabdi pada daerah, ia memilih jalan pengabdian.
Sebuah keputusan berani yang kini mengantarkannya menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda Pati.
Diketahui Akademi Persib Pati, yang telah berusia 5 tahun ini sudah banyak menorehkan prestasi.
Diantaranya terlihat dari sejumlah pemain yang berhasil diorbitkan ke kompetisi – kompetisi di level junior, seperti Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 dengan memperkuat Persib Bandung, dan juga bermain di Piala Soeratin.
Selain itu anak – anak yang berlatih di Akademi Persib Bandung ini juga mendapat pelajaran dan pengalaman penting untuk menambah jam terbang, dengan mengikuti berbagai kompetisi usia dini di berbagai event nasional hingga internasional. (*/him)
Editor : Abdul Rochim