RADARPATI - Di balik ramainya industri kecantikan yang menjanjikan hasil instan, dr. Muthia Rachmanita memilih melangkah dengan cara berbeda.
Berangkat dari ruang praktik, dokter aesthetic asal Grobogan ini justru banyak belajar dari kegelisahan pasien yang datang dengan ekspektasi tinggi, namun minim pemahaman tentang kondisi kulitnya sendiri.
Tak sedikit yang berharap perubahan cepat, tanpa menyadari bahwa kulit adalah organ hidup yang membutuhkan proses, konsistensi, dan pendekatan yang tepat.
Dari situlah Muthia mulai menyadari, perawatan kulit seharusnya tidak berhenti pada satu kali treatment, melainkan disertai edukasi dan pendampingan jangka panjang yang aman secara medis.
Kesadaran tersebut mendorongnya mendirikan Milen Skin Aesthetic pada 20 Juli 2024. Klinik yang berlokasi di Jalan Solo–Purwodadi, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan ini lahir melalui proses panjang.
Observasi, pembelajaran, hingga persiapan matang dilakukan, baik dari sisi medis maupun manajerial.
Nama Milen Skin Aesthetic dipilih bukan tanpa alasan.
Terinspirasi dari kata millennial, Milen merepresentasikan generasi yang adaptif, modern, dan terus berkembang.
Filosofinya sederhana, kecantikan bukan tentang mengubah diri, melainkan merawat dan memaksimalkan versi terbaik setiap individu.
Dalam praktiknya, Milen Skin Aesthetic fokus pada peningkatan kualitas kulit (skin quality).
Bukan sekadar cerah, tetapi juga menjaga kesehatan skin barrier, warna kulit yang merata, tekstur yang halus, serta kelembapan yang optimal.
Menurut alumni Universitas Sultan Agung Semarang ini, banyak orang sudah rajin memakai skincare dan menjalani treatment, namun belum tepat dalam menyesuaikan kebutuhan unik kulitnya.
Perjalanan membangun klinik skincare tentu tidak selalu mulus.
Meski telah berpengalaman di dunia aesthetic, Muthia tetap menghadapi tantangan.
Mulai dari membangun kepercayaan pasar, menghadapi persaingan, mengikuti perubahan tren, hingga menyesuaikan regulasi yang berlaku.
Respons orang-orang terdekat pun beragam. Ada yang memberi dukungan penuh, ada pula yang meragukan langkahnya.
Namun bagi dokter kelahiran Grobogan, 24 Oktober 1994 ini, keraguan justru menjadi pengingat bahwa setiap mimpi besar memang memiliki risiko.
“Bukan soal berapa banyak yang percaya di awal, tapi seberapa konsisten kita melangkah,” ujarnya.
Dalam prosesnya, Muthia juga belajar untuk tidak mengerjakan semuanya sendiri.
Ia menyadari pentingnya delegasi, evaluasi, dan keberanian beradaptasi agar usaha dapat tumbuh lebih sehat.
Kini, Milen Skin Aesthetic tak sekadar menjadi tempat perawatan, tetapi ruang pendampingan jangka panjang bagi pasien.
Dengan ilmu, pengalaman, dan konsistensi, dr. Muthia Rachmanita terus melangkah menawarkan kecantikan yang lebih jujur, aman, dan bertanggung jawab. (*)
Editor : Abdul Rochim