JEPARA – Nama MAN 1 Jepara kembali bersinar lewat prestasi siswinya, Mutia Aqila Ulufanuri.
Remaja asal Desa Tahunan ini konsisten menorehkan hasil membanggakan di dunia taekwondo, meski harus bersaing dengan atlet yang secara fisik lebih unggul.
Aqila, yang akrab disapa Aqila Killut, dikenal sebagai atlet bertubuh mungil namun memiliki daya juang besar.
Mental bertanding yang kuat dan disiplin latihan membuatnya mampu tampil percaya diri di berbagai kejuaraan, bahkan kerap mengungguli lawan yang lebih senior.
Siswi kelahiran 11 Juli 2008 ini mulai menekuni taekwondo sejak 2022.
Ketertarikannya muncul karena olahraga bela diri tersebut tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter.
Keberanian, fokus, kedisiplinan, dan sikap pantang menyerah menjadi nilai yang ia pegang hingga kini.
Sejumlah prestasi berhasil ia raih. Pada Desember 2024, Aqila menyabet juara II Kyorugi Under 42 dalam Kejurprov Taekwondo Piala KORMI–Disporapar Jawa Tengah. Capaian serupa juga ia peroleh pada ajang Forkab.
Prestasi puncak diraihnya dalam Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) KORMI Jawa Tengah 2025 di Surakarta.
Pada kejuaraan yang berlangsung 6–7 Desember itu, Aqila sukses meraih juara I Kyukpa Putri sekaligus dinobatkan sebagai best player.
Seluruh capaian tersebut ia persembahkan untuk sekolah dan keluarga.
“Ini bentuk rasa terima kasih saya kepada semua yang selalu mendukung,” ujarnya.
Pengalaman paling menegangkan ia rasakan saat bertanding di Surakarta.
Rasa gugup sempat menghampiri karena harus menghadapi atlet dengan postur lebih tinggi, tubuh lebih besar, dan tingkat sabuk yang lebih senior.
Namun, pesan sang ibu menjadi penguat mentalnya. Aqila diminta memperbanyak salawat sebelum bertanding.
Ia pun memasuki arena dengan membaca salawat dan mengawali tendangan dengan basmalah.
Hasilnya, tiga papan berhasil ia pecahkan, sementara beberapa lawan gagal menyelesaikan tantangan dalam satu kali tendangan.
Di luar arena olahraga, Aqila juga dikenal sebagai siswi berprestasi dan aktif.
Ia mampu menyeimbangkan akademik, nonakademik, dan organisasi.
Selain belajar di sekolah, ia mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation.
Pada bidang seni, Aqila aktif tampil dalam pentas drama dan monolog, serta tergabung dalam tim kreatif yang meraih predikat best performance.
Ia juga kerap mengikuti lomba puisi di berbagai perguruan tinggi.
Kemampuan berbicara di depan umum turut diasah.
Aqila sering dipercaya menjadi MC upacara, apel, dan kegiatan resmi sekolah.
Ia juga pernah mendapat kepercayaan sebagai pembaca UUD 1945. Di bidang organisasi, ia aktif sebagai anggota OSIS dan menjabat ketua kelas.
Untuk menjaga performa, Aqila menjalani latihan taekwondo tiga kali seminggu, ditambah latihan fisik mandiri.
Manajemen waktu menjadi kunci, mulai dari bangun pagi hingga waktu istirahat.
Dukungan penuh datang dari keluarga, teman, dan pihak sekolah.
MAN 1 Jepara memberikan fasilitasi berupa biaya pendaftaran lomba, perlengkapan P3K, serta beasiswa bagi siswa berprestasi.
Ke depan, Aqila bercita-cita menjadi sabeum atau pelatih taekwondo dan membuka dojang sendiri.
Ia juga tertarik pada dunia kesehatan dan berencana melanjutkan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis.
Selain membidik prestasi di level nasional hingga PON, Aqila juga memiliki impian menjadi aparatur sipil negara dan membangun usaha mandiri.
“Saya ingin terus berprestasi, punya usaha kos-kosan, dan membuka dojang sendiri,” tuturnya. (fik/lin)
Editor : Abdul Rochim