JEPARA - KIPRAH generasi muda dalam memajukan sektor pariwisata Jepara terus menunjukkan geliat positif.
Salah satunya datang dari Efie Rohmatin Marfuah, sosok duta wisata yang konsisten mengabdikan diri dalam promosi potensi daerah, baik di level lokal hingga nasional.
Langkah Efie terjun ke dunia duta wisata berawal dari inisiatif pribadi. Dengan dukungan pihak sekolah, ia memberanikan diri mengikuti seleksi duta wisata Jepara.
Proses panjang yang ia lalui berbuah manis, ketika berhasil meraih gelar juara I pada 2021. Prestasi itu, kemudian mengantarkannya tetap aktif hingga saat ini.
Mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara tersebut, dikenal piawai dalam mengelola kesibukan.
Ia menerapkan perencanaan harian melalui daftar aktivitas, agar peran sebagai mahasiswa, pekerja, dan duta wisata dapat berjalan seimbang.
Tak berhenti di lingkup daerah, Efie juga memperluas pengalaman dengan mengikuti berbagai ajang duta wisata tingkat nasional.
Pada 2023 lalu, namanya masuk dalam jajaran 15 besar Putri Ekonomi Indonesia. Membawa nama Jepara bersaing di panggung nasional.
Dalam menjalankan perannya, Efie tidak sekadar mempromosikan panorama alam dan kekayaan budaya.
Ia turut berperan sebagai penghubung antara wisatawan dan masyarakat setempat. Sekaligus pemandu wisata yang dituntut memahami seluk-beluk destinasi unggulan Jepara.
Menurutnya, seorang duta wisata harus memiliki sikap yang santun, wawasan yang memadai, serta kemauan untuk terus mengasah kemampuan diri.
Tantangan terbesar yang ia hadapi selama ini, membagi waktu di tengah padatnya aktivitas.
Ke depan, Efie menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi menghadirkan inovasi demi kemajuan pariwisata Jepara.
”Barangkali Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan belahan Jepara. Sehingga bisa jadi indah seperti ini. Baik pemandangan gunung maupun lautnya," sebutnya.
Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong sektor pariwisata, agar semakin berkembang dan berdaya saing.
”Yang lebih penting ialah pariwisata berkelanjutan dan berbasis budaya. Karena di Jepara sendiri banyak sekali tradisi yang memukau, seperti perang obor, lomban, memedhen gadhu, dan jembul tulakan," imbuhnya. (fik/lin)
Editor : Abdul Rochim