Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lebih Dekat dengan Arif Sutoyo Guru Madrasah Penulis Sastra asal Pati, Menyalakan Literasi untuk Menerangi Orang Banyak

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 1 November 2025 | 15:55 WIB
DISUKSI: Arif Sutoyo saat menghadiri sebuah acara seni budaya di Kudus beberapa waktu yang lalu.(DOKUMEN ARIF SUTOYO)
DISUKSI: Arif Sutoyo saat menghadiri sebuah acara seni budaya di Kudus beberapa waktu yang lalu.(DOKUMEN ARIF SUTOYO)

 

Sebagai guru, Arif Sutoyo tidak hanya berhenti dengan rutinitasnya mengajar di kelas. Namun ia juga memberikan contoh pada anak didiknya untuk bisa menulis dan berkarya sebagai bagian dari pengembangan diri.

Achmad Ulil Albab, Radar Kudus

PAGI itu, langit Kajen tampak cerah. Dengan Vespa jadulnya, Arif Sutoyo melaju ke madrasah tempatnya mengajar.

Wajahnya penuh semangat seperti biasa, ia siap menyapa murid-muridnya bukan hanya dengan pelajaran, tapi juga inspirasi kehidupan.

Pria kelahiran 20 Agustus 1981 ini lebih dikenal dengan nama pena Arif Khilwa.

Sejak 2006, ia mengajar sosiologi di MA Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, madrasah yang berdiri tak jauh dari makam waliullah Syekh Ahmad Mutamakkin.

Bagi Arif, menjadi guru bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, karakter, dan semangat berkarya.

“Kalau ingin menumbuhkan minat baca dan tulis, guru harus memberi contoh, bukan hanya bicara,” ujarnya.

Kalimat itu bukan sekadar prinsip Arif membuktikannya lewat karya. Ia menulis buku puisi Wajah Negeri (2018), kumpulan cerpen Jabrik (2024), serta puluhan karya antologi bersama, mulai dari puisi, esai, geguritan hingga drama.

Salah satu esainya bahkan mengantarkannya terpilih mewakili Jawa Tengah dalam Bimbingan Teknis Instruktur Baca-Tulis Nasional di Jakarta tahun 2019.

Tak hanya di dunia tulis-menulis, Arif juga aktif di panggung seni. Ia pernah menjadi aktor dan sutradara film pendek, seperti Jogo Santri dan Surat Balasan, serta tampil dalam berbagai pertunjukan teater dan pembacaan puisi.

DISUKSI: Arif Sutoyo saat menghadiri sebuah acara seni budaya di Kudus beberapa waktu yang lalu.(DOKUMEN ARIF SUTOYO)
DISUKSI: Arif Sutoyo saat menghadiri sebuah acara seni budaya di Kudus beberapa waktu yang lalu.(DOKUMEN ARIF SUTOYO)

Keterlibatannya dalam dunia kreatif menjadi cara lain untuk menyalakan semangat literasi di kalangan pelajar.

Sebagai Ketua Lesbumi PCNU Pati, Arif terus menebar inspirasi bukan hanya bagi murid, tapi juga masyarakat. Ia sering diundang menjadi narasumber dalam diskusi dan seminar kepenulisan.

Murid-muridnya pun mengikuti jejak sang guru, menerbitkan antologi puisi dan cerpen, bahkan mengelola majalah madrasah bernama Et-Diversity lewat kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik.

Prestasinya pun tak sedikit: Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Guru Madrasah Pati (2019) dan pemenang harapan Sayembara Cerpen Guru Jawa Tengah tahun yang sama. Namun bagi Arif, penghargaan bukan tujuan akhir.

“Yang penting adalah kebermanfaatan. Saya ingin terus bergerak, agar ilmu dan karya bisa berguna bagi banyak orang,” tuturnya.

Lebih lanjut Arif Khilwa mengaku melaju membawa misi sederhana tapi bermakna, bagi anak didiknya. Menyalakan api literasi di hati generasi muda.

Arif berharap lebih banyak guru dapat mengikuti jejaknya, sehingga pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik dan bermakna.

Dengan demikian, murid-murid dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki semangat untuk terus belajar. (*/ali)

Editor : Alfian Dani
#guru madrasah #pendidikan bermakna #guru inspiratif #literasi