Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SOSOK Zulfia Firdaus Asal Grobogan Ungkap Pentingnya Lihai Bersosialiasi

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 25 September 2025 | 21:14 WIB
DOK PRIBADI
DOK PRIBADI

GROBOGAN - Tak pernah terbayangkan bagi Zulfia Firdaus, 31, perempuan kelahiran Grobogan, 30 Juni 1994, bisa memimpin hampir 200 orang dalam sebuah proyek strategis di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Berawal dari latar belakang IT, Zulfia dipercaya menjadi Manager IT Quality Assurance di Kantor Pusat BNI Jakarta.

Di posisi itu, ia mendapat tanggung jawab besar: menjadi tim leader pengujian aplikasi internal penunjang operasional BNI, khususnya di bidang perkreditan.

“Awalnya berat sekali karena saya tidak punya basic di kredit. Tapi di sisi lain saya punya tim dari sales yang sangat paham bisnis kredit. Dari mereka saya belajar banyak. Jadi portofolio saya bukan cuma IT, tapi juga paham salah satu bisnis inti perbankan,” ungkap Zulfia.

Diungkapkan, proyek tersebut melibatkan ratusan pegawai BNI dari berbagai cabang di Indonesia, mayoritas dari Jakarta dan Bandung, ditambah kolaborasi dengan ekspatriat asal India.

Bagi Zulfia, menyatukan 200 orang dengan karakter berbeda bukan perkara mudah.

“Challenging banget menyatukan spirit mereka. Orang-orang luar negeri jelas cara kerjanya beda dengan kita. Tapi saya percaya kuncinya berani dan jangan malu. Kalau bahasa kasarnya ya, nggak tau malu,” kata alumni SMAN 1 Purwodadi ini.

Meski sempat stres, Zulfia mengaku banyak mendapat pelajaran berharga.

Tidak hanya soal hardskill dalam IT dan bisnis perbankan, tapi juga softskill sebagai seorang leader.

“Dari pengalaman itu saya belajar decision making, leadership, communication, dan yang paling penting networking. Menurut saya, pinter saja tidak cukup kalau tidak bisa jago bersosialisasi. Selama tujuh tahun kerja di Jakarta, jauh dari kampung, saya bisa bilang networking itu kunci hidup lebih mudah,” ujarnya.

Bagi Zulfia, menjadi anak kampung bukan penghalang untuk bisa beradaptasi dengan orang-orang kota besar maupun ekspatriat.

Justru, pengalaman itu mengajarkannya arti keberanian, kerja keras, dan pentingnya komunikasi.

“Di era sekarang, networking itu penting banget. Mau cari kerjaan, mau minta bantuan, semua lebih gampang kalau kita punya jaringan. Jadi jangan takut, jangan minder. Kalau saya yang dari Grobogan bisa, orang lain juga bisa,” pungkasnya. (int/amr)

Editor : Syaiful Amri
#grobogan #Sosok